JAKARTA - Industri kendaraan komersial di Indonesia kini dihiasi oleh lini model elektrifikasi yang dapat memperlancar roda perekonomian.
Sebagai contoh, PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) sebagai distributor kendaraan dari Mitsubishi Fuso secara resmi memulai operasional dari truk listrik pertamanya di Indonesia, eCanter.
Truk listrik tersebut saat ini resmi menjadi kendaraan distribusi di PT Yusen Logistics Indonesia, dan menjadi momen bersejarah dalam perjalanan Fuso eCanter di Indonesia.
Pabrikan meluncurkan truk listrik tersebut dengan baterai berkapasitas 83 kWh yang mampu menempuh jarak 140 km dengan GVM sebesar 6 ton. Selain itu, kendaraan niaga ini hadir dengan panjang wheelbase hingga 3,4 meter sehingga cocok mengangkut muatan cukup besar.
Sementara itu, Volvo Trucks Indonesia memperkenalkan seri FM Electric di tanah air pada September tahun lalu. Truk tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan onroad. Tetapi, Volvo Trucks belum menjual kendaraan berat tersebut karena beberapa hal.
BACA JUGA:
Presiden Direktur PT Wahana Inti Selaras, Bambang Prijono mengatakan pihaknya belum menjual truk listrik di Indonesia karena menunggu regulasi dari pemerintah sebagai stimulus dalam penjualannya.
"Tergantung aplikasinya ya saat ini di Indonesia government regulations baru memfokuskan ke passenger car. Sementara mobil barang seperti truk listrik belum ada, sehingga ada keterbatasan," kata Bambang saat ditemui media di Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Februari.
Selain itu, Volvo Trucks hanya menyediakan kendaraan berat EV untuk on-road secara global, sementara untuk offroad masih berada dalam tahap pengembangan.
Bambang menambahkan Volvo Trucks tidak memiliki target pasti kapan kendaraan tersebut akan tiba karena pengembangannya diklaim lebih sulit dibandingkan on-road.
"Kita tidak punya target pasti karena semua tergantung pada kesiapan truk yang mampu mengangkut berat. Karena seperti yang kita tahu, truk tambang sekarang mampu mengangkut 325 ton GVM, sementara truk listrik 8x4 hampir 60 ton GVM. Jadi, memang truk listrik pertambangan belum sampai sebesar itu," pungkas Bambang.