Kabar Terbaru soal Penyebab Kecelakaan Helikopter yang Tewaskan Kobe Bryant
Kobe Bryant (Twitter @kobebryant)

Bagikan:

JAKARTA - Sebuah laporan baru mengenai kecelakaan helikopter yang menewaskan Kobe Bryant di Los Angeles pada Januari mengatakan sang pilot kehilangan arah karena kabut. 

Dalam penerbangan tersebut, pilot Ara Zobayan sempat meminta izin kepada pengawas lalu lintas udara untuk menambah ketinggian hingga 4.000 kaki untuk menghindari kabut. Namun, helikopter itu jatuh ke arah sebuah bukit.

"Kami mendaki ke empat ribu (kaki)," kata Zobayan dalam transkrip dokumen itu. Melansir MARCA, Jumat, 19 Juni. 

"Lalu apa yang akan Anda lakukan saat tiba di ketinggian itu?" tanya menara pengawas.  

Percakapan pun terhenti sampai di situ lantaran tidak ada lagi jawaban dari Zobayan.   

Sebanyak 1.700 halaman laporan baru tidak menawarkan kesimpulan yang menjadi penyebab kecelakaan itu. Tetapi ada indikasi bahwa sang pilot terganggu oleh kabut.

Laporan baru itu termasuk pesan teks yang dikirim antara pilot dan kru darat pada malam sebelum kecelakaan. 

"Bagaimana kondisi cuaca pada keberangkatan pukul 9:00?" seorang awak bertanya pada Zobayan.

"Seharusnya tidak apa-apa," jawab sang pilot. 

Meski demikian, Badan keselamatan penerbangan AS (NTSB) menegaskan bila laporan itu bukan keputusan final mengenai penyebab kecelakaan. 

"Jadi belum ada kesimpulan tentang bagaimana atau apa yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi," kata NTSB. 

"Analisis, temuan, rekomendasi, dan kemungkinan penentuan penyebab terkait kecelakaan akan dikeluarkan NTSB dalam laporan akhir di kemudian hari."

Seperti diketahui, kecelakaan yang terjadi pada 25 Januari itu menewaskan Bryant, putrinya Gianna, enam teman mereka.