Bagikan:

JAKARTA – Petenis nomor pertama dunia, Jannik Sinner, berhasil mengalahkan Casper Ruud di babak final Italian Open 2026. Kemenangan itu membuatnya mencatat sejarah menjadi petenis Italia pertama yang berhasil naik ke podium tertinggi sejak Adriano Panatta pada 1976.

Sinner yang bermain di hadapan pendukung sendiri menghentikan lawannya asal Norwegia itu dalam pertandingan dua set langsung 6-4 dan 6-4 pada Minggu, 17 Mei 2026, malam WIB. Hasil ini membuat Sinner meraih gelar ATP Masters 1000 keenam secara beruntun.

"Saya pikir ini tahun ke-50 sejak petenis Italia terakhir menjadi juara. Saya sangat, sangat senang. Ada banyak tekanan dari kedua sisi, permainan kami tidak sempurna, tetapi saya sangat bahagia," ujar Sinner seusai pertandingan dilansir dari situs ATP.

Selain itu, kemenangan ini juga membuat Sinner menjadi pemain kedua setelah Novak Djokovic yang berhasil menyapu bersih sembilan turnamen ATP Masters 1000 atau Career Golden Masters. Djokovic sebelumnya menorehkan pencapaian tersebut pada 2018 setelah menjuarai ajang Cincinnati.

Sinner sempat memulai pertandingan dengan lambat sebelum perlahan mengambil kendali permainan lewat pukulan-pukulan dari garis belakang yang konsisten dan akurat untuk mengamankan trofi Masters 1000 ke-10 dalam kariernya sekaligus yang pertama di Roma.

Sempat muncul tanda tanya mengenai kondisi fisik Sinner menjelang final setelah ia menjalani laga semifinal berat melawan Daniil Medvedev yang tertunda akibat hujan. Namun, petenis berusia 24 tahun itu tampil bugar dan percaya diri saat menghadapi Ruud.

"Pertandingan ini sangat fisik dan berat, tetapi saya sangat senang. Saya juga berterima kasih kepada tim fisik saya yang sepanjang tahun membantu menjaga kondisi tubuh saya," kata Sinner.

Ruud sebenarnya memulai pertandingan dengan agresif dan langsung unggul 2-0 setelah merebut delapan dari sembilan poin pertama. Namun, Sinner segera bangkit dan mulai menemukan ritme permainannya. Pada kedudukan 4-4 di set pertama, ia memanfaatkan momentum untuk mematahkan servis lawan sebelum mengunci set pembuka.

Pada set kedua, Sinner langsung mendapatkan break lebih awal dan terus menjaga keunggulan. Walau sempat berada dalam tekanan saat melakukan kesalahan smes pada gim kedelapan, ia mampu menyelamatkan break point penting sebelum akhirnya memastikan kemenangan.

"Saya harus mengucapkan selamat kepada Jannik atas gelar pertamanya di sini. Apa yang ia lakukan tahun ini sangat sulit dijelaskan dengan kata-kata," kata Ruud saat seremoni penyerahan trofi.

Sinner kini tercatat memenangi 34 pertandingan Masters 1000 secara beruntun, melampaui rekor sebelumnya milik Djokovic (31 kemenangan). Ia juga sukses menyapu bersih tiga turnamen Masters 1000 lapangan tanah liat musim ini–Monte Carlo, Madrid, dan Roma–untuk menyamai pencapaian Rafael Nadal pada 2010.

Secara keseluruhan, Sinner sudah mengoleksi lima gelar Masters 1000 musim ini dan hanya terpaut satu trofi dari rekor Djokovic yang pernah memenangi enam gelar Masters 1000 dalam satu musim.

Sebelumnya dari kategori tunggal putri, gelar juara didapat oleh Elina Svitolina. Petenis asal Ukraina tersebut membawa pulang trofi ketiganya dari Roma setelah mengalahkan Coco Gauff dalam pertandingan dramatis tiga set 6-4, 6-7(7), dan 6-2.

Svitolina sebelumnya sudah pernah naik ke atas podium tertinggi di Roma lewat kemenangan berturut-turut pada 2017 dan 2018. Adapun hasil terbaru ini membuatnya menjadi pemain Ukraina pertama di Open Era yang berhasil memenangi 20 gelar tunggal WTA.

Selain itu, Svitolina juga merupakan pemain kedua berusia 30 tahun atau lebih di Open Era yang memenangi Italian Open setelah Serena Williams, yang memenangi gelar tersebut pada tahun 2013, 2014, dan 2016.