JAKARTA - Carlos Alcaraz meraih kemenangan di babak terakhir persaingan sengitnya dengan Jannik Sinner. Dia meraih kemenangan dalam pertandingan empat set untuk merebut kembali gelar US Open.
Alcaraz memulai dengan kuat dan berhasil mengatasi perlawanan balik dari Sinner di set kedua sebelum meraih kemenangan 6-2, 3-6, 6-1, dan 6-4 di New York.
Final putra ditunda setengah jam karena langkah-langkah keamanan tambahan yang diberlakukan buntut kehadiran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Setelah pertandingan dimulai, keduanya kembali menampilkan pertandingan yang menarik meskipun tidak sedramatis dan sehebat final French Open (Roland Garros) dan Wimbledon mereka awal tahun ini.
BACA JUGA:
Keunggulan servis Alcaraz—area yang membuatnya tertinggal saat melawan Sinner di All England Club—memastikan ia kembali meraih gelar US Open yang pertama kali diraihnya pada 2022.
Petenis berusia 22 tahun ini kini telah memenangi enam gelar Grand Slam, menjadikannya petenis termuda kedua setelah Bjorn Borg yang mencapai jumlah tersebut.
Kemenangan Alcaraz memastikan dirinya dan Sinner—yang memenangi Australia Open dan Wimbledon—memenangi empat turnamen besar pada 2025.
"Saya lebih sering melihatmu daripada keluarga saya. Senang rasanya bisa berbagi lapangan denganmu," ujar Alcaraz setelah menghadapi Sinner di final kelima tahun ini.
Alcaraz juga berhasil merebut peringkat satu dunia dari Sinner, yang bertahan selama 65 minggu.
Sinner, yang tampil kurang maksimal hampir sepanjang pertandingan, berhasil menyelamatkan dua match point sebelum Alcaraz kembali merebut kesempatan ketiganya.
Melesat dengan kecepatan 210 km/jam dari sisi lapangan terasa tepat bagi Alcaraz untuk menyelesaikan pertandingan--mengingat servisnya yang luar biasa selama dua minggu--sebelum ia memamerkan senyum khasnya dan merayakannya dengan ayunan golf yang kini menjadi ciri khasnya.
Tahun ini, Alcaraz dan Sinner sudah berjumpa lima kali di partai final. Sebelum US Open 2025, mereka berduel di babak puncak pada ATP Masters 1000 Cincinnati, Wimbledon, Roland Garros, dan ATP Master 1000 Roma.
Sinner hanya memenangi satu dari lima pertemuan itu, yaitu di Wimbledon 2025.