Bagikan:

JAKARTA – Dua juara baru lahir dari penyelenggaraan sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri II 2025-2026, masing-masing pada kelompok usia (KU) 10 tahun dan KU-12 tahun.

MLSC Surabaya Seri II 2025-2026 yang digelar di Lapangan Bogowonto dan Lapangan Bola Jala Krida, Surabaya, Jawa Timur, mencapai puncaknya pada Minggu, 17 Mei 2026. Kurang lebih ada 1.620 siswi dari 78 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) ikut ambil bagian.

Dari kelompok umur 10 tahun, gelar juara ajang yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut didapat oleh SDN Manukan Kulon setelah bangkit dari ketertinggalan dan berhasil memaksa SDN DR. Sutomo V/327 bermain hingga ke babak adu penalti.

"Tadi sempat ketinggalan, tetapi pelatih minta jangan menyerah, usaha terus, dan mengejar gol sampai akhirnya berhasil," kata Keyvara Malayeka yang memborong semua tiga gol Manukan Kulon dalam waktu normal pertandingan.

Pada kelompok usia 12 tahun, pertandingan dramatis juga disajikan oleh SDN Pacarkeling V/186 B versus SDN Manukan Kulon. Kedua tim melewati waktu normal dengan skor 1-1 sebelum Pacarkeling V/186 B memenangi babak tos-tosan dengan skor 6-5.

Pelatih SDN Pacarkeling V/186 B, Septyan Kurnia Hardiantoro, mengatakan bahwa persiapan maksimal yang mereka jalani menjadi kunci penting kesuksesan tim karena mereka sangat termotivasi untuk mengalahkan tim-tim lain.

"Ini hasil kerja keras kami dengan latihan jangka panjang karena saya melihat semua lawan juga melakukan itu. Jadi, pulang sekolah langsung lanjut latihan," kata Septyan.

Dari aspek kualitas, para pemain di Surabaya terbilang matang. Hal tersebut tidak terlepas dari ekosistem sepak bola putri di Surabaya yang sudah berjalan selama beberapa tahun belakangan.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, mengakui bahwa talenta sepak bola usia dini putri di Surabaya memang begitu melimpah sehingga perlu berdiskusi dengan staf pelatih yang lain untuk menentukan siapa yang layak ke All-Star di Kudus pada Juni 2026.

"Kalau saya melihat individu-individu yang ada, begitu dikumpulkan menjadi satu tim dan dilatih dengan baik, akan bisa bersaing dengan sangat luar biasa," kata mantan pemain sepak bola asal Brasil tersebut.

Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge sudah memasuki tahun ketiga. Wadah untuk mencari dan membina talenta pesepak bola putri terbaik tersebut saat ini sudah berkembang ke 12 kota besar di Indonesia.