JAKARTA – Akademi Persib Bandung U-18 berhasil menjuarai ajang sepak bola Hydroplus Soccer League Bandung (HSLB) setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Goal Aksis dalam pertandingan pekan terakhir.
Pertandingan pekan terakhir dari liga yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Hydroplus tersebut berlangsung di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, Jawa Barat pada Sabtu, 16 Mei 2026. Akademi Persib Bandung total mengoleksi 40 poin di klasemen akhir untuk memastikan gelar.
BACA JUGA:
Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung U-18, Dian Nadia Mutiara, mengatakan bahwa ia memiliki beberapa catatan yang perlu diperbaiki sebelum berlaga di kompetisi selanjutnya.
"Di babak pertama kami harus lebih siap ketika sudah berada di lapangan. Jangan sampai kendor di awal. Tadi mereka belum siap untuk bertanding. Jadi, nanti mungkin ke depannya kami harus lebih siap dari menit awal sampai menit akhir," katanya.
Dalam duel tersebut, Akademi Persib Bandung membalikkan keadaan di babak kedua berkat tiga gol yang diciptakan Keyra Az-zahra (43), Dwi Aprilia Harahap (65), dan Fatima Isya Daud (68) sehingga menutup pertandingan dengan skor 3-1.
Adapun di kategori U-15, gelar juara diamankan oleh Mojang Priangan setelah sukses menghentikan Setia Srikandi dengan skor 4-0 di laga terakhir. Mojang total mengoleksi 46 poin atau sama dengan rival mereka Goal Aksis, tetapi unggul dalam perolehan gol sehingga berhak atas trofi.
Head Coach Mojang Priangan, Imam Sujagad, mengaku senang dapat membantu timnya menjadi juara. Ia menilai keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras dari para pemain yang sudah berjuang maksimal selama liga bergulir.
"Alhamdulillah untuk hasil pertandingan liga di pekan terakhir, kami bisa memaksimalkan dengan agregat gol karena poin kami sama, saling kejar-mengejar, tetapi kami tekankan ke pemain untuk cetak gol," ucap Imam.
Hydroplus Soccer League diselenggarakan di empat kota yakni Bandung, Jakarta, Surabaya dan Kudus sejak Oktober 2025. Kompetisi ini diikuti oleh 50 tim U-15 dan 27 tim U-18.
Liga sepak bola putri ini merupakan wadah kompetitif berjenjang yang dirangkai oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Di level usia yang lebih dini, terdapat MilkLife Soccer Challenge yang diselenggarakan di 12 kota di Indonesia dengan menyasar usia delapan tahun, kelompok usia (KU) 10 tahun, dan KU 12 tahun.
Program Director Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan tahap lanjutan bagi para pesepak bola putri potensial untuk mendapatkan pengalaman bertanding rutin guna mengasah kemampuan.
"Ini bertujuan mewadahi bakat dan potensi atlet putri yang ingin lebih serius menekuni sepak bola melalui pertandingan dengan sistem liga sehingga di setiap minggunya para atlet dapat mengasah dan mengevaluasi kemampuan mereka," katanya.
Di lain sisi, Pelatih Kepala Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, menilai kompetisi ini merupakan wadah sangat penting dalam pertumbuhan sepak bola putri di Indonesia. Menurutnya, pengalaman dari sini akan sangat berguna buat kepentingan tim nasional.
"Saya berharap program ini terus digalakkan agar bisa lebih baik ke depannya. Dari ribuan atlet yang bertanding kami melihat banyak bakat potensial yang muncul. Tentunya kami akan memantau lebih lanjut," ujarnya.