Bagikan:

JAKARTA - Manajer Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, mengatakan timnya seharusnya mencetak lebih banyak gol setelah menang 2-0 atas Liverpool di leg pertama perempat final Liga Champions di Paris pada Kamis, 9 April 2026.

Desire Doue membawa juara bertahan unggul pada menit ke-11 dengan tendangan yang membentur pemain lawan dan Khvicha Kvaratskhelia menambahkan gol solo di pertengahan babak kedua.

Namun, Ousmane Dembele tampil buruk di depan gawang karena pemenang Ballon d'Or itu menyia-nyiakan tiga peluang di Parc des Princes. Juara Liga Champions musim lalu itu juga mendapat penalti yang dibatalkan oleh VAR dan banding penalti kedua ditolak pada akhir pertandingan.

"Sangat disayangkan, jelas, kami bermain sangat baik dan pantas mendapatkan lebih banyak gol," kata Luis Enrique, yang terkejut Liverpool bermain sangat defensif.

Arne Slot mencadangkan Mohamed Salah sepanjang 90 menit dan beralih ke formasi yang lebih defensif.

"Ini pertama kalinya di bawah Arne Slot mereka bermain dengan lima bek musim ini," tutur Enrique lagi.

PSG unggul terlebih dahulu ketika Dembele menunjukkan teknik yang hebat di tepi kotak penalti sebelum mengoper bola ke kiri kepada Doue, yang tembakannya yang terdefleksi melambung melewati kiper Liverpool, Giorgi Mamardashvili.

Setelah gagal memanfaatkan peluang sebelumnya, Dembele menundukkan kepala usai melepaskan tembakan melambung dari jarak dekat pada menit ke-53 setelah umpan balik dari Nuno Mendes. Peluang terakhir juga membentur tiang gawang pada ujung pertandingan.

Kegagalan memanfaatkan banyak peluang itu jelas membuat PSG khawatir. Meski unggul agregat, Les Parisiens diliputi rasa waswas menghadapi leg kedua di Anfield.

Soalnya, selisih gol itu terbilang masih belum aman karena Liverpool masih punya potensi besar membalikkan keadaan di hadapan publik sendiri.

"Kami puas telah menang, tetapi saya juga merasa sedikit frustrasi karena kami memiliki peluang jelas yang bisa kami manfaatkan. Kami tahu bahwa pertandingan leg kedua di Anfield akan rumit."

"Jadi, perasaannya ialah mungkin seharusnya kami mencetak tiga atau empat gol untuk memastikan kemenangan," kata gelandang PSG, Warren Zaire-Emery.

Jika bicara statistik, PSG lebih tidak tenang. Memang, mereka punya catatan positif di Anfield. Ketika kedua tim bertemu musim lalu di babak 16 besar Liga Champions, Les Parisiens lolos ke babak selanjutnya melalui kemenangan adu penalti setelah kalah 0-1 di kandang dan menang 1-0 di Anfield.

Hanya saja, Liverpool juga punya catatan bisa membalikkan keadaan. Tengok saja ketika The Reds berhasil mengatasi kekalahan 0-3 di leg pertama melawan Barcelona di semifinal Liga Champions 2019 sebelum menang 4-0 di Anfield.

Karena itu, Enrique menegaskan bahwa dia akan meminta anak asuhnya tampil menyerang demi mengamankan kaki di semifinal.

"Kami tidak pergi ke sana untuk bertahan, itu bukan mentalitas kami. Namun, kami tahu akan ada saat-saat di mana kami akan kesulitan di Anfield."

"Saya tahu itu karena saya sudah sering berada di sana sebagai pemain dan pelatih," ujar Luis Enrique.

Penyerang Khvicha Kvaratskhelia juga punya optimisme serupa. Pemain asal Georgia itu mengungkapkan PSG akan fokus untuk leg kedua dan sudah sedikit lebih nyaman karena unggul 2-0.

"Kami memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol. Namun, saya pikir tidak apa-apa, 2-0 bagus, tetapi kami harus tetap fokus," kata Kvaratskhelia.

Kvaratskhelia mencetak gol pada menit ke-65 dan, dengan kecepatan kaki yang khas, melewati seorang bek dan kiper sebelum mencetak gol kedelapannya di turnamen ini, yang menjadikannya pencetak gol terbanyak tim.

Ia juga menjadi pemain PSG pertama yang mencetak gol dalam empat pertandingan babak gugur Liga Champions berturut-turut.

Sementara itu, leg kedua akan berlangsung pada Rabu, 15 April 2026, di Anfield dan bisa menjadi malam yang sibuk lagi bagi Liverpool, bahkan di kandang sendiri.