Bagikan:

JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyampaikan permintaan maaf setelah gagal memenuhi target mendapat satu gelar dari ajang All England 2026 yang baru rampung pada akhir pekan kemarin.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, mengatakan bahwa kegagalan tim bulu tangkis Indonesia di ajang tertua itu akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh federasi, terutama sisi strategi pertandingan dan konsistensi performa di fase-fase krusial.

"Kami juga memahami bahwa harapan masyarakat Indonesia terhadap bulu tangkis sangat besar, terlebih di turnamen seperti All England. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi target," katanya dalam keterangan yang diterima.

Indonesia total menurunkan 13 wakil dalam turnamen berlevel BWF Super 1000 tersebut. Namun, perjalanan terbaik hanya didapat pasangan belia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang berhasil menembus babak semifinal.

Pasangan pemilik gelar Australia Open 2025 itu mengalahkan unggulan kelima Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan unggulan ketiga Liang Wei Keng/Wang Chang (China) dalam perjalanan ke empat besar sebelum kalah menghadapi Kim Won-ho/Seo Seung-jae yang keluar sebagai juara.

Eng Hian mengatakan bahwa kegagalan Indonesia mendapat gelar bisa diobati oleh progres pemain-pemain muda, terutama Raymond/Nikolaus, yang bisa memberikan perlawanan terhadap ganda putra elite di turnamen sebesar All England.

"Apresiasi khusus tentu kami berikan kepada Raymond Indra/Joaquin yang berhasil melangkah hingga babak semifinal. Dalam perjalanannya, mereka mampu mengalahkan pasangan unggulan kelima dan unggulan ketiga," ujar dia.

Ini tahun kedua beruntun Indonesia pulang tanpa gelar dari All England sejak tunggal putra Jonatan Christie dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto naik podium tertinggi pada edisi 2024.