JAKARTA - AC Milan meraih sukses di Derby della Madonnina. Dalam derby melawan Inter Milan di kompetisi Serie A Italia di Stadion San Siro, Senin 9 Maret 2026 dini hari WIB, Milan menang tipis 1-0. Kemenangan yang menjadikan Milan memangkas jarak poin dengan Inter yang bertengger di puncak klasemen.
Persaingan duo Milan kembali memanas. Sebelumnya Inter sudah meninggalkan Milan yang menjadi pesaing terdekatnya dan sendirian memimpin klasemen. Bahkan Inter sempat unggul 13 poin dan diprediksi segera mengakhiri Serie A.
Hanya Milan menolak menyerah. Apalagi kedua tim masih bertemu dalam Derby di Milano. Alhasil, Milan yang berhasil meraih tiga poin sehingga mereka bisa memangkas jarak dengan Inter. Kini, Milan yang menduduki peringkat dua mengantungi poin 60. Terpaut tujuh poin dengan I Nerazzurri. Dengan menyisakan 10 pertandingan lagi di kompetisi domestik, Milan secara matematis masih bisa mengejar Inter.
Terutama bila Inter mengalami penurunan atau kehilangan konsistensi di pekan-pekan krusial. Inter sendiri tak terkalahkan sejak 23 November 2025 di Liga Italia.
Mereka mampu meraih 14 kemenangan dan hanya sekali bermain imbang. Namun Milan akhirnya bisa mematahkan rekor gemilang rival satu kota. Bila Milan mampu konsisten mendapatkan poin pada sisa pertandingan, maka peluang mengejar Inter masih terbuka.
Di derby itu, Inter sesungguhnya tidak tampil dengan skuad terbaik. Pelatih Cristian Chivu kehilangan duo striker andalan Marcus Thuram yang terserang flu dan Lautaro Martinez yang mengalami cedera. Ini yang menjadikan striker muda Francesco Pio Esposito berduet dengan Ange Bonny.
Dari Milan, pelatih Massimiliano Allegri yang dikabarkan menjadi target Real Madrid kembali menurunkan Rafael Leao dan Christian Pulisic. Keduanya sama-sama bermain di sayap yang dipindahkan posisi menjadi duo lini depan menggantikan Matteo Gabbia dan Santiago Gimenez. Sedangkan Davide Bartesaghi juga tidak fit untuk melakoni derby.
Meski demikian Milan yang bertindak sebagai tuan rumah mampu mengambil inisiatif menyerang. Pertandingan baru berjalan tiga menit, gelandang veteran Luka Modric sudah mengancam gawang Yann Sommer.
Namun permainan memang terbuka karena Inter juga tampil ofensif. Mereka mampu menciptakan peluang bagus saat gelandang Henrikh Mkhitaryan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Mike Maignan. Hanya saja, dia gagal memanfaatkan peluang itu.
Setelah bergantian melakukan serangan, Milan akhirnya yang bisa memanfaatkan peluang untuk dikonversi menjadi gol. Berawal dari
Youssouf Fofana yang membangun serangan dengan memberikan bola kepada Rafael Leao. Pemain timnas Portugal ini kemudian mengumpan bola yang ditujukan kepada Pervis Estupinan yang berhasil meninggalkan Luis Henrique yang mengawalnya.
Dari sudut yang sempit, pemain timnas Ekuador itu melepaskan tendangan yang menaklukkan Sommer yang membawa Milan unggul 1-0.
Gol yang tercipta di menit 35 ini juga yang pertama bagi Estupinan bagi Rossoneri. Setelah unggul, Milan kian agresif memberi tekanan.
Bahkan mereka nyaris menambah gol saat Alexis Saelemaekers menerima umpan dari Pulisic. Hanya saja peluang Saelemaekers bisa digagalkan Federico Dimarco. Skor itu bertahan hingga babak pertama usai.
BACA JUGA:
Memasuki babak kedua, Milan sudah lebih dulu menyerang. Namun Inter tidak membiarkan mereka berada dalam tekanan. Bahkan Inter sempat mengancam melalui Piotr Zielinski yang kemudian digagalkan Maignan.
Milan bukannya tanpa peluang. Rafael Leao mendapat kesempatan bagus, tetapi sepakannya masih melebar. Selanjutnya tendangan Fofana juga bisa digagalkan Sommer.
Pertandingan tetap berjalan imbang dan Inter kembali mendapat peluang. Hanya mereka gagal mengonversi semua peluang sehingga tak bisa menyamakan skor. Palung tidak Dimarco seharusnya bisa menyamakan skor di menit 54. Namun tendangannya melambung.
Bahkan Inter sempat meminta penalti saat sepakan Denzel Dumfries sempat mengenai lengan Samuele Ricci. Hanya posisi Ricci dinilai alamiah sehingga tidak ada penalti.
Peluang terakhir Inter diperoleh bek Manuel Akanji. Namun sundulan eks pemain Manchester City ini tidak mencapai target sehingga skor tetap 1-0 untuk Milan hingga akhir laga.