JAKARTA - Arsenal tak peduli dikatakan memakai taktik buruk demi memenangkan pertandingan. Manajer Mikel Arteta tak mempersoalkan dengan kritikan atas permainan Arsenal karena kenyataannya mereka mampu bertahan di puncak klasemen Premier League Inggris.
Kecaman soal strategi Arsenal demi mengamankan kemenangan kembali mencuat saat menaklukkan Brighton and Hove Albion. Dalam duel di Stadion Amex, Kamis, 5 Maret 2026 dini hari WIB, Arsenal menang tipis 1-0 lewat gol tunggul Bukayo Saka.
Setelah gol yang tercipta saat laga baru berjalan sembilan menit, Arsenal berusaha keras mempertahankan keunggulan tersebut. Usaha keras pasukan Wenger memang berhasil sehingga Arsenal kembali menjauh dari kejaran pesaing terdekat, Manchester City, yang di luar dugaan ditahan Nottingham Forest 2-2 saat bermain di kandang sendiri di Etihad. Bila semula jarak poin sempat hanya dua, kini Arsenal sudah unggul tujuh poin.
Namun Arsenal yang memiliki poin 67 sudah menyelesaikan 30 pertandingan. Sedangkan Man City baru 29 kali sehingga tetap berpeluang memangkas jarak poin. Apalagi, Arsenal masih harus melakoni pertandingan tandang melawan The Cityzens.
Meski secara matematis Man City masih bisa mengejar Arsenal, namun klub London Utara itu sudah kian percaya diri. Setelah hanya menjadi runner up tiga musim berturut-turut karena dikalahkan Man City dua kali dan Liverpool dalam perebutan titel liga, Arsenal kini berpeluang untuk mengakhiri puasa gelar di kompetisi domestik.
Ya, mereka sudah menanti selama 22 tahun karena terakhir kali menjadi juara pada 2004 saat tim masih ditangani Arsene Wenger, sang manajer legendaris. Arteta pun berambisi mengulang sukses tersebut.
Demi trofi liga, dirinya tak segan mengambil taktik pragmatis. Yang penting menang meski tim harus mengulur-ulur waktu saat mendapat bola mati. Atau mengerumuni kiper lawan saat mendapat sepak pojok yang mengakibatkan banyak pemain yang menumpuk di depan gawang.
Manajer Brighton Fabian Hurzeler mengecam habis taktik Arsenal. Menurut dia The Seagulls seperti bermain sendirian karena pemain Arsenal lebih memilih menjatuhkan diri demi wasit menghentikan permainan.
Saat mendapat tendangan bebas, sepak pojok maupun lemparan ke dalam, mereka selalu berlama-lama agar waktu terus berjalan. Dalam pengamatan Hurzeler, kiper David Raya sampai menjatuhkan diri hingga tiga kali agar wasit menghentikan pertandingan.
“Menurut saya hanya satu tim yang benar-benar bermain bola di pertandingan ini. Apakah Anda pernah menyaksikan pertandingan di Premier League ada kiper yang berulang kali menjatuhkan diri? Tidak ada bukan,” kata Hurzeler seperti dikutip france24.
“Mereka (Arsenal) seperti membuat aturan sendiri. Saya melihat mereka bermain sepak bila dengan memakai aturan mereka sendiri,” ujarnya. “Saya bukan manajer yang ingin menang dengan cara seperti itu,” kata Hurzeler lagi.
Hurzeler menilai pertandingan menjadi membosankan karena sedikit-sedikit wasit harus meniup peluit. Menurutnya penonton yang dirugikan karena membayar tiket mahal untuk menyaksikan pertandingan yang kerap dihentikan.
“Bila dalam sebuah ruangan, saya bertanya apakah Anda menikmati pertandingan seperti itu? Saya yakin bila ada satu yang mengangkat tangan, itu karena dia fans berat Arsenal,” ucapnya.
“Bagaimana dengan masa depan pertandingan sepak bola? Apakah suporter membayar untuk pertandingan seperti itu?” kata Hurzeler.
Menanggapi kecaman Hurzeler terhadap strategi bermain Arsenal yang dianggap buruk, Arteta tak mempermasalahkannya. Menurut dia yang penting Arsenal bisa memenangkan pertandingan. Arteta juga mempertanyakan kritikan tersebut karena sebelumnya Arsenal juga mendapat kritikan serupa.
“Ini sungguh mengejutkan,” kata Arteta menanggapi kritikan Hurzeler. “Bila mencermati pertandingan-pertandingan sebelumnya, Anda akan mendapatkan komentar-komentar yang sama seperti itu,” ujar dia yang sempat bersitegang dengan Hurzeler di pertandingan tersebut.
Mereka saling tunjuk dan Arteta menunjukkan sikap tak suka dengan aksi Hurzeler yang memprotes asisten wasit. Arteta juga membela pemain asuhannya.
BACA JUGA:
“Saya menyukai pemain saya. Dan saya suka dengan cara kami bermain dalam menghadapi persaingan ini. Bila Anda berada di posisi saya, tentu lawan mana pun akan mencoba merampasnya dari Anda. Itu hal yang normal. Begitulah olahraga,” ucapnya.
Arsenal memang on fire. Selain berpeluang meraih titel liga, Arsenal masih bertahan di Liga Champions yang belum pernah dimenanginya. Arsenal juga bertahan di Piala FA dan melaju ke final Piala Liga Inggris. Di laga puncak, mereka menghadapi Man City.