JAKARTA - Suporter klub divisi dua liga Swedia (Superttan), Ostersunds, telah menggalang dana untuk biaya transfer yang bertujuan membawa kembali pahlawan klub ke Swedia.
Curtis Edwards, yang pernah bermain untuk Ostersunds di bawah Manajer Graham Potter, berpotensi kembali ke Swedia setelah metode unik untuk membayar transfernya.
Ostersunds meminta para suporternya untuk mengumpulkan 200.000 krona Swedia (berkisar Rp375,3 juta) untuk mendanai transfer tersebut dan uang tersebut telah terkumpul.
Klub tersebut menegaskan bahwa siapa pun yang menyumbang sejumlah tertentu juga akan mendapatkan syal Curtis Edwards sebagai bonus.
BACA JUGA:
"Kami dapat melihat bahwa hanya dalam beberapa hari, Anda para suporter telah bergabung dan berkontribusi dengan cara yang tak terlupakan."
"Perlu dicatat bahwa 34 orang juga telah mendapatkan syal Curtis Edwards," bunyi pernyataan klub tersebut.
Tak lama setelah Ostersunds mengonfirmasi bahwa dana telah terkumpul, Edwards mengumumkan kepergiannya dari Gateshead. Ia meninggalkan klub National League (divisi kelima liga Inggris) tersebut atas kesepakatan bersama setelah 23 penampilan dan tiga assist musim ini.
Gelandang Curtis Edwards ialah lulusan akademi Middlesbrough yang menempuh jalur menarik dengan menghabiskan sembilan tahun bermain di Swedia dan Norwegia.
Jalannya bertemu dengan Potter, yang terkenal sebagai manajer yang berprestasi luar biasa bersama Ostersunds.
Curtis Edwards bermain Ostersunds pada 2016-2019. Secara khusus, dia bermain dua kali melawan Arsenal pada 2018, termasuk dalam kemenangan terkenal di Stadion Emirates.
Tim kecil Swedia itu unggul dua gol di leg kedua pertandingan Liga Europa, setelah Arsenal menang 3-0 di leg pertama. Arsenal akhirnya berhasil mempertahankan keunggulan untuk melaju ke babak berikutnya.
Curtis Edwards kemudian bermain untuk Djurgarden di Swedia dan Stabaek di Norwegia. Ia kembali ke sepak bola Inggris bersama Woking di National League, kemudian Notts County di League Two (divisi keempat).
Masa baktinya yang terbaru, bersama Gateshead, kini telah berakhir lebih awal. Meskipun belum ada konfirmasi tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, semua tanda mengarah kembali ke Ostersunds.