Bagikan:

JAKARTA - Manajer Benfica, Jose Mourinho, dikritik oleh Clarence Seedorf dan komentator TV lainnya setelah tampaknya menyiratkan bahwa Vinicius Junior telah memprovokasi pelecehan rasial dengan selebrasi golnya dalam pertandingan Liga Champions pada Rabu, 18 Februari 2026, dini hari WIB.

Vinicius menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melakukan pelecehan rasial setelah pemain Brasil itu mencetak gol pada menit ke-50, yang menyebabkan pertandingan di Lisbon dihentikan selama 10 menit.

Prestianni, yang tertangkap kamera menutupi mulutnya dengan jersey selama insiden rasis yang diduga terjadi, membantah tuduhan tersebut.

Penyerang berusia 20 tahun itu menghadapi potensi larangan bermain 10 pertandingan jika terbukti bersalah melakukan pelecehan rasial dalam Kode Disiplin UEFA.

Konfederasi Sepak Bola Eropa itu mengatakan bahwa mereka telah menunjuk seorang penyelidik khusus untuk mengumpulkan bukti.

Mourinho berbicara dengan kedua pemain di lapangan selama jeda 10 menit setelah wasit memulai protokol antirasisme UEFA.

Namun, setelah pertandingan dia mengatakan tidak tahu siapa yang mengatakan yang sebenarnya. Malahan, dia menyalahkan Vinicius yang menurutnya memprovokasi penonton tuan rumah dengan menari di dekat bendera sudut lapangan saat merayakan gol.

"Dia seharusnya diangkat di pundak rekan-rekan setimnya dan tidak mengganggu 60.000 orang di stadion ini," ujar Mourinho.

Mourinho kemudian tampaknya merujuk kepada banyak insiden pelecehan rasis dari suporter yang dialami Vinicius dalam beberapa tahun terakhir di Spanyol, yang telah mengakibatkan penuntutan dan hukuman di pengadilan Spanyol.

"Di berapa banyak stadion hal ini terjadi? Berapa banyak? Vinicius mencetak gol yang fantastis. Mengapa dia tidak merayakan seperti Eusebio, Pele, atau Di Stefano?" katanya.

Legenda sepak bola Belanda dan komentator Amazon Prime, Seedorf, yang juga mantan pemain Real Madrid, sangat mengkritik komentar Mourinho itu.

"Saya pikir dia membuat kesalahan besar hari ini dengan membenarkan pelecehan rasial. Saya tidak mengatakan itu yang terjadi hari ini."

"Namun, dia menyebutkan sesuatu yang lebih dari sekadar hari ini. Dia mengatakan ke mana pun dia pergi hal-hal ini terjadi."

"Jadi dia mengatakan tidak apa-apa ketika Vinicius memprovokasi Anda, bahwa tidak apa-apa untuk bersikap rasis dan saya pikir itu sangat salah. Kita tidak boleh, sekali pun, membenarkan pelecehan rasial," tutur Seedorf.

Kylian Mbappe termasuk di antara beberapa pemain Real Madrid yang menuntut agar tindakan diambil terhadap Prestianni.

Mbappe mengklaim dia mendengar Prestianni mengatakan bahwa Vini adalah monyet sebanyak lima kali.

Legenda Perancis dan Arsenal, Thierry Henry, yang juga seorang komentator TV untuk CBS Sport, mengatakan dia merasa kecewa dengan pernyataan Mourinho.

"Saya percaya Kylian. Kita semua sangat menghormati Benfica, tetapi individu itu (Prestianni) perlu menjawab apa yang dikatakan Kylian."

"Dia tidak bisa begitu saja keluar dan mengatakan 'Saya tidak mengatakan apa pun'. Jadi, mengapa Anda menutup mulut Anda?"

"Apa yang telah dikatakan, dikatakan bahwa Vinicius Junior adalah seekor monyet. Apa yang sedang kita bicarakan lagi? Apa yang harus kita lakukan? Di atas itu semua, dia (Vinicius) tidak bisa merayakan golnya?"

"Saya tidak suka Real Madrid, tetapi saya seorang Madridista malam ini. Anda tidak ingin melihat itu. Saya tidak peduli kaos apa yang dikenakan Vinicius Junior."

"Saya mendengar beberapa orang mengatakan itu selalu terjadi kepadanya. Siapa peduli! Mengapa kita mencoba mengalihkan perhatian dari subjek atau situasi ini?"

"Mari kita kembali ke intinya. Cukup sudah. ​​Ini adalah permainan yang indah. Kita di sini untuk mencetak gol atau membuat orang bahagia."

"Namun, ketika seseorang terluka, kita tidak bertindak, kita malah menjadikan orang itu korban. Serius, apa yang sedang kita bicarakan?" kata Henry kepada CBS Sports.

Dukungan buat Vinicius juga mengalir deras dari badan amal antidiskriminasi, Kick It Out.

"Ketika seseorang melaporkan diskriminasi dalam sepak bola, atau di mana pun, prioritas pertama ialah agar mereka didengarkan dan merasa didukung."

"Fokus pada selebrasi gol Vinicius Jr atau sejarah klub, alih-alih mengakui laporan tersebut, adalah bentuk manipulasi psikologis."

"Pendekatan ini tidak hanya merugikan individu yang terkena dampak, tetapi juga mengirimkan pesan yang salah kepada orang lain di seluruh dunia yang mungkin mengalami situasi serupa."

"Para pemimpin dalam sepak bola memiliki peran penting dalam menetapkan standar. Momen seperti ini membutuhkan kepemimpinan yang bertanggung jawab yang memperkuat rasa hormat, inklusi, dan akuntabilitas."

"Kami menantikan penyelidikan menyeluruh atas insiden ini, dengan akuntabilitas yang sesuai terkait dengan hasilnya," bunyi pernyataan Kick It Out.

Sementara itu, Mourinho, yang juga mendapat kartu merah pada menit ke-85 pertandingan pembuka babak playoff Liga Champions, akan diskors untuk pertandingan leg kedua tengah pekan depan di Santiago Bernabeu.