Bagikan:

YOGYAKARTA - Kejuaraan AntarSekolah dan Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (KRASSI) 2026 diharapkan bisa melahirkan calon atlet renang yang meraih prestasi di level internasional. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum II Bidang Organisasi dan Hukum PB Akuatik Indonesia Sarman Simanjorang saat menutup KRASSI 2026 di Kolam Renang UNY, Wates, DIY, Sabtu, 31 Januari 2026.

PB Akuatik Indonesia memberi apresiasi penyelenggaraan KRASSI 2026, sebuah kejuaraan akuatik untuk anak-anak SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia. Bahkan untuk kejuaraan yang sudah menjadi agenda PB AI ini kedatangan atlet renang dari negara tetangga, Malaysia.

Ini menunjukkan bila KRASSI yang digelar Akuatik Indonesia Provinsi DIY melalui Pengcab Akuatik Kabupaten Sleman, menjadi agenda kejuaraan yang diminati para atlet maupun klub.

“Ini sungguh menarik karena KRASSI tahun ini menghadirkan peserta dari luar negeri, yaitu dari Malaysia. KRASSI merupakan ajang mencari atlet-atlet baru. Saya yakin mereka yang berkompetisi di sini pada masa mendatang akan mengharumkan nama daerah dan nasional,” kata Sarman.

Menurut dia kejuaraan yang tahun ini diikuti 1030 peserta bakal melahirkan calon atlet yang berprestasi di tingkat internasional. Tak hanya itu, karena sudah menjadi agenda PB AI yang digelar secara rutin dan menjadi acuan untuk data base, KRASSI diharapkan bisa lebih meriah dan mampu mencetak atlet baru.

“Saya optimistis KRASSI mampu mencetak atlet baru. Ini sudah terbukti dari DIY sendiri ada tiga atlet yang tampil di SEA Games 2025 dan mereka meraih medali,” ucapnya.

Dari KRASSI 2026, SMP Negeri 10 Denpasar tampil sebagai juara umum setelah meraih delapan emas, dua perak dan dua perunggu. Sekolah tersebut pun meraih trofi karena menjadi yang terbaik. Bali menunjukkan dominasinya di kejuaraan tersebut karena SMPN 10 bersaing dengan sekolah dari Buleleng yang hanya kalah jumlah perak dan perunggu.

North Bali Bilingual School Buleleng menempati peringkat dua dengan mendapatkan delapan emas dan satu perak. Selain itu, SD Pemecatan Denpasar dan Universitas Pendidikan Ganesha Buleleng berhasil masuk lima besar.

Para atlet dari Bali juga menunjukkan dominasi. Atlet Tjokorda Gde Okabawa Krisdarpa dari SMP Negeri 10 Denpasar menjadi yang terbaik untuk Kelompok Umur (KU) 3. Dia meraih delapan emas dan dua perak. Ini berarti raihan medali dari sekolah tersebut hanya dari satu atlet saja.

Begitu pula Sebastian Christian Sembel yang menyumbang semua medali untuk North Bali Bilingual School Buleleng. Keberhasilannya juga menjadikan Sebastian sebagai yang terbaik di KU 5.

“Seperti sudah disampaikan, sekolah dan perenang terbaik di setiap KU mendapat trofi. Kami juga senang karena kejuaraan berjalan lancar dari pagi hingga sore,” kata ketua Ketua panitia KRASSI 2026 R. Agung Purwandono Saleh.