YOGYAKARTA - Pengurus Akuatik Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan komitmen dan kesiapan membangun dan melakukan pembinaan olahraga tersebut. Hal itu dinyatakan tegas Ketua Umum Akuatik Indonesia DIY periode 2025-2030 Maryanto saat dilantik Ketua Umum PB Akuatik Indonesia Anindya Bakrie.
Pengurus AI Provinsi DIY aktif melakukan pembinaan atlet akuatik. Keberhasilan atlet asal DIY yang turut mengantarkan subcabang olahraga polo air dengan meraih perunggu di SEA Games 2025 menjadi bukti komitmen dari pengurus AI dalam membina perenang untuk bisa berprestasi di kancah internasional.
Tidak hanya itu, DIY melalui Pengcab Kabupaten Sleman secara rutin menggelar Kejuaraan antar Sekolah dan Perguruan Tinggi (KRASSI) dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-18 kali dan sudah menjadi agenda PB.
Bahkan KRASSI 2026 diikuti perenang dari luar negeri yang menunjukkan bobot dan kualitas kejuaraan sehingga bisa menghadirkan lebih dari 1000 atlet muda.
Selain itu, pertumbuhan dan perkembangan klub akuatik sangat pesat. Klub-klub tersebut juga aktif melakukan pembinaan. Ini menunjukkan komitmen AI Provinsi DIY untuk tidak berpangku tangan dan aktif membina atlet renang.
Komitmen dan kerja keras pengurus DIY menjadikan Anindya memberi apresiasi. “Selama empat tahun terakhir, jumlah atlet dari DIY yang masuk pelatnas terus bertambah. Selain itu, klub renang bertambah dan prestasi di tingkat nasional makin stabil. DIY memang memiliki sistem pembinaan yang tertata rapi,” kata Anindya saat melantik pengurus AI Provinsi DIY di Yogyakarta, Sabtu, 31 Januari 2026 malam WIB.
Ketua Umum, lebih lanjut, mengatakan cabang olahraga akuatik sesungguhnya merupakan salah satu lumbung medali Indonesia di ajang internasional. Namun, menurutnya, prestasi akuatik tidak bisa diraih secara instan tetapi dibutuhkan proses panjang, konsistensi, dan pengorbanan sebelum panen prestasi.
“Kalau berhasil, olahraga akuatik bisa menyelamatkan posisi Indonesia di Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. Yogyakarta sendiri punya potensi luar biasa, dan itu sudah terbukti. Saya juga berharap pengurus bisa makin kreatif untuk menciptakan momentum dan fokus membidik anak muda agar kian menggemari olahraga akuatik,” ujar Anindya memberi pesan kepada pengurus terpilih.
Dirinya berharap olahraga akuatik bisa menjadi gaya hidup anak muda di era sekarang selain merupakan survival skill. “Dan, Yogyakarta memang tepat untuk mengawalinya. Bila berhasil, ini bakal diikuti daerah-daerah lain,” katanya lagi.
Anindya juga menyoroti kontribusi atlet-atlet DIY pada SEA Games, termasuk raihan medali perunggu dari polo air putra dan putri. Ia juga mendorong agar DIY kembali merebut emas polo air putra, setelah sebelumnya sempat mendominasi kawasan Asia Tenggara. Dukungan atlet DIY turut berkontribusi pada total 16 medali yang diraih Akuatik Indonesia di SEA Games 2025, terdiri dari tiga emas, empat perak, dan sembilan perunggu.
Dalam kepengurusan baru ini, Maryanto kembali mendapat kepercayaan sebagai Ketua Umum Akuatik Indonesia DIY periode 2025-2030. Dalam kepengurusan itu, Dhanny Aditya Wicaksono sebagai Sekretaris Umum dan AA Ngurah Gede Ari Utama sebagai Bendahara Umum.
Maryanto menyebut pelantikan ini sebagai momen istimewa dan bersejarah. Selama puluhan tahun, menurutnya, insan akuatik DIY terbiasa kerja-kerja saja tanpa seremoni, tetapi mampu menghasilkan prestasi.
“Ini menjadi titik awal komitmen yang lebih baru dan lebih semangat untuk memajukan olahraga akuatik di DIY dan Indonesia,” kata Maryanto.
Ia mengakui tantangan utama pengembangan akuatik di DIY masih berkutat pada keterbatasan fasilitas, terutama untuk nomor loncat indah yang belum memiliki papan loncat standar. Meski demikian, semangat atlet tetap tinggi, bahkan mampu meraih medali perak dengan harus berlatih di luar daerah.
BACA JUGA:
“Ke depan, Akuatik Indonesia DIY mendorong penguatan pembinaan lima subcabang akuatik, peningkatan sertifikasi pelatih nasional dan internasional, serta kerja sama lintas daerah agar atlet tetap bisa berkembang tanpa harus pindah provinsi,” kata Maryanto.
Harapan pengurus AI Provinsi DIY terkait pengadaan papan loncat standar mendapat sambutan positif dari Anindya. Bahkan Anindya memastikan akan menindaklanjutinya.