JAKARTA – Novak Djokovic akan bertemu Carlos Alcaraz di final Australian Open 2026 setelah kedua pemain itu melewati pertandingan lima set yang epik untuk mempertahankan upaya masing-masing dalam mencetak sejarah di Melbourne Park.
Djokovic yang berasal dari Serbia, dipaksa bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan juara bertahan dua kali dan nomor dua dunia Jannik Sinner dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4 pada Jumat, 30 Januari malam WIB.
"Sejujurnya, saya kehabisan kata-kata. Rasanya seperti mimpi, bermain lebih dari empat jam, sudah hampir jam 2 pagi. Saya jadi teringat tahun 2012 saat saya bermain melawan Rafa [Nadal] di final," ujar Djokovic, dikutip BBC.
Kemenangan ini membuat Djokovic, yang berusia 38 tahun, memiliki kesempatan terbaru untuk meraih kemenangan Grand Slam ke-25 dalam kariernya sekaligus membuat rekor sebagai petenis tersukses dalam sejarah.
BACA JUGA:
Jika berhasil naik podium tertinggi pada akhir pekan nanti maka Djokovic otomatis akan menyalip legenda Australia, Margaret Court, untuk menjadi petenis dengan koleksi gelar Grand Slam terbanyak dalam sejarah tunggal putri dan putra.
Ini akan menjadi penampilan final Grand Slam pertama Djokovic sejak Wimbledon pada tahun 2024 dan jika berhasil maka merupakan gelar mayor pertamanya sejak US Open pada tahun 2023.
Meski demikian, usaha Djokovic untuk mencatat sejarah itu sepertinya tidak akan mudah karena lawannya Alcaraz merupakan petenis nomor satu dunia pada saat ini dan yang mengalahkannya di final Wimbledon dua tahun lalu.
Alcaraz saat ini tengah mengejar gelar perdana di Australia Open untuk menjadi pemain termuda dalam sejarah yang meraih semua empat gelar Grand Slam pada usia 22 tahun.
Kalau tercapai maka petenis asal Spanyol itu akan melewati catatan mentor dan kompatriotnya Rafael Nadal, yang mendapat semua gelar Grand Slam di usia 24 tahun. Saat ini Alcaraz telah mengoleksi enam gelar Grand Slam, masing-masing dua gelar di French Open, Wimbledon, dan juga US Open.