JAKARTA - Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) resmi menerapkan perubahan besar pada aturan restart motor di MotoGP dan World Superbike (WorldSBK) mulai musim 2026.
Dalam regulasi terbaru ini, pebalap tidak lagi diperbolehkan menyalakan kembali motor di lintasan maupun area run-off setelah mengalami kecelakaan.
Sebelumnya, pebalap masih diizinkan mencoba menghidupkan motor di area run-off apabila mesin mati akibat insiden. Namun, FIM menilai praktik tersebut berisiko tinggi terhadap keselamatan, khususnya bagi marshal lintasan yang harus berada di area tersebut saat sesi masih berlangsung.
Melalui aturan baru, FIM mewajibkan motor yang mati setelah kecelakaan untuk terlebih dahulu dipindahkan ke balik pembatas lintasan, tepatnya ke jalan servis atau area aman lainnya, sebelum dilakukan proses restart.
BACA JUGA:
"Setelah kecelakaan atau masalah teknis, setiap motor yang tidak dapat menyala di lintasan atau area run-off harus segera dipindahkan ke balik garis perlindungan pertama oleh marshal."
"Motor tidak boleh dinyalakan kembali di lintasan atau area run-off. Motor harus dipindahkan ke jalan servis (atau ke tempat aman dan terlindungi jika tidak tersedia jalan servis), di mana bantuan untuk restart dapat diberikan," tulis FIM dalam surat resminya yang dikutip dari Crash, Rabu, 14 Januari 2026.
Meski demikian, pebalap tetap diperbolehkan kembali ke lintasan setelah motor berhasil dihidupkan, selama kondisi motor dinilai aman untuk digunakan.
FIM juga menegaskan bahwa marshal berhak melarang motor melanjutkan balapan apabila ditemukan potensi bahaya, seperti kebocoran cairan atau kerusakan teknis.
Di WorldSBK, penerapan aturan ini disesuaikan dengan jenis sesi. Pada sesi latihan dan Superpole, pebalap masih diperbolehkan mengendarai motor kembali ke pit melalui lintasan karena regulasi WorldSBK melarang pebalap memulai lap baru setelah terjatuh pada sesi non-balapan.
Sementara itu, saat balapan berlangsung, pebalap WorldSBK tetap dapat melanjutkan balapan tanpa harus masuk pit. Ketentuan serupa juga berlaku di MotoGP meski proses menyalakan kembali motor tetap wajib dilakukan di balik pembatas lintasan.
FIM juga menegaskan bahwa apabila motor masih menyala setelah insiden, pebalap tetap diizinkan melanjutkan balapan. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan marshal lintasan demi menjaga keselamatan.
"Alasan utamanya ialah untuk meminimalkan risiko yang dihadapi marshal lintasan," tutur FIM.
Perubahan aturan ini merupakan hasil keputusan Grand Prix Commission dan SBK Commission. Regulasi tersebut tidak hanya berlaku untuk MotoGP dan WorldSBK, tetapi juga untuk seluruh kejuaraan balap sirkuit di bawah naungan FIM, termasuk Kejuaraan Dunia Endurance FIM.