Bagikan:

JAKARTA - Bologna membuat kejutan lolos ke final Supercopa Italiana setelah menyingkirkan Inter Milan di laga semifinal yang digelar di Stadion King Saud University, Sabtu, 20 Desember 2025 dini hari WIB. Mengalahkan Inter 3-2 (1-1) dalam drama adu penalti, Bologna menantang Napoli di laga puncak pada Selasa, 23 Desember 2025 dini hari WIB.

Inter gagal memanfaatkan peluang menaklukkan Bologna. Bahkan gol cepat Marcus Thuram terasa sia-sia karena setelah unggul 1-0 saat laga baru berjalan 72 detik, Inter tak pernah mampu menambah gol.

Serangan mereka selalu kandas dan bahkan Bologna mampu menyamakan skor di babak kedua. Saat pertandingan berakhir imbang, kedua tim melakoni adu penalti.

Tim asuhan Vincenzo Italiano berhasil mengatasi tekanan dan tiga pemainnya mampu menjalankan tugas. Sementara, Inter hanya dua pemain, Lautaro Martinez dan Stefan de Vrij, yang berhasil menuntaskan eksekusi.

Striker veteran Bologna Ciro Immobile yang cukup lama absen karena cedera paha menjadi penentu kemenangan. Eks penyerang Lazio ini menjadi penendang kelima dan berhasil melaksanakan tugas yang membawa Rossoblu menang 3-2.

“Saya mengalami penderitaan selama tiga setengah bulan. Tetapi saya punya keluar besar yang mendukung saya,” kata Immobile yang nyaris absen sepanjang tahun ini karena cedera. Mengenai Napoli yang dihadapi juara bertahan Coppa Italia ini di final, Immobile mengaku tim lawan tengah mencapai performa terbaik.

Mereka juga lebih diunggulkan ketimbang Bologna yang belum pernah memenangi Supercopa Italiana.

“Saya menyaksikan pertandingan mereka sebelumnya. Harus diakui, Napoli dalam kondisi puncak. Tetapi dalam satu pertandingan, apa pun bisa terjadi,” ucap eks striker tim nasional Italia ini.

“Tentu kami ingin mengangkat trofi ini,” kata Immobile lagi.

Sementara, gelandang Inter Henrikh Mkhitaryan mengungkapkan penyesalannya karena gagal memanfaatkan peluang untuk mematikan Bologna. Setelah unggul 1-0, I Nerazzurri seharusnya bisa menambah gol. Hanya, mereka tak mampu membongkar pertahanan lawan.

“Kami seharusnya lebih cepat mematikan mereka karena punya kesempatan mencetak gol. Namun kami gagal melakukannya,” ucap Mkhitaryan. Di laga itu, Inter melakukan start mengesankan saat Alessandro Bastoni berhasil merebut bola dari Riccardo Orsolini.

Dia kemudian melepaskan umpan silang yang disambut dengan tendangan akrobatik voli Thuram yang menaklukkan kiper Federico Ravaglia.

Unggul 1-0, Inter mencoba melakukan tekanan untuk menambah gol. Hanya usaha tim asuhan Cristian Chicu tak kunjung membuahkan hasil.

Sebaliknya, Bologna mendapat peluang menyamakan skor saat bek Yann Bisseck melakukan pelanggaran saat terjadi perebutan bola di kotak penalti Inter.

Lengan Bisseck menyentuh bola saat hendak menyundulnya. Wasit meninjau insiden itu lewat VAR. Hasilnya, Bisseck dinyatakan handball dan wasit menunjuk titik putih. Orsolini pun membayar kesalahannya dengan menuntaskan eksekusi itu. Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga babak pertama usai meski kedua tim bergantian melakukan tekanan.

Memasuki babak kedua, Inter tak menurunkan tempo permainan. Hanya, Bologna juga mampu mengimbanginya. Inter sesungguhnya berpeluang menambah gol dari penalti saat bek Torbjorn Heggem dianggap menjatuhkan pemain depan Inter Ange Bonny saat menyambut bola dari Mkhitaryan di menit 56.

Wasit Daniele Chiffi kembali meninjau insiden itu lewat VAR. Ternyata, Heggem tidak melakukan pelanggaran tetapi Bonny yang terlihat melebarkan kaki untuk menghalanginya. Chiffi pun membatalkan penalti.

Tidak ada gol yang tercipta hingga akhir pertandingan. Sesuai aturan di Supercopa Italiana, pertandingan langsung diselesaikan adu penalti. Menariknya total lima pemain dari kedua tim gagal menuntaskan eksekusi. Dari kubu Inter, Bastoni, Nicolo Barella dan Bonny yang gagal melakukannya.

Sementara, pemain Bologna yang mampu menjalankan tugas di antaranya Lewis Ferguson, Jonathan Rowe dan Immobile yang membawa tim ke final. Skor akhir 3-2 untuk Bologna.