JAKARTA - Napoli melaju ke final Supercopa Italiana setelah mengalahkan juara bertahan AC Milan 2-0 di laga semifinal di Stadion King Saud University, Riyadh, Arab Saudi, Jumat, 19 Desember 2025 dini hari WIB. Di final, Napoli menghadapi Inter Milan atau Bologna.
Milan gagal mempertahankan gelar juara setelah harus mengakui keunggulan Napoli dalam sebuah laga yang panas dengan tensi tinggi. Kegagalan itu juga menjadikan Milan tinggal fokus di kompetisi Serie A Italia. Pasalnya, Milan yang saat ini menduduki peringkat dua di liga juga sudah tersingkir di Coppa Italia.
Sementara, Napoli berpeluang meraup tiga trofi musim ini meski mereka harus bekerja keras untuk memenanginya. Napoli masih bertahan di Coppa Italia setelah menyingkirkan Cagliari.
Mereka juga menjaga persaingan di kompetisi domestik dengan menempati posisi tiga. Setelah kalah 1-0 lawan Udinese, I Partenopei tertinggal dua poin dengan Inter yang bertengger di puncak klasemen. Sementara Milan hanya unggul satu poin dengan Napoli.
Kini, Napoli sukses melangkah ke final dan berpeluang meraih trofi pertama musim ini setelah menyingkirkan Milan. Mereka juga berharap memenangi Supercopa Italiana untuk kali ketiga setelah terakhir kali mengangkat trofi ini pada 2014.
Pertandingan itu sendiri diwarnai ketegangan di antara kedua tim. Bahkan menjelang akhir pertandingan dua pemain Inggris Raya Fikayo Tomori terlibat ketegangan dengan Scott McTominay.
Ketegangan juga melibatkan pelatih Milan Massimiliano Allegri dengan Antonio Conte yang sukses membawa Napoli meraih Scudetto di musim lalu. Mereka sempat adu mulut selama pertandingan. Begitu pertandingan usai, Allegri yang kecewa langsung menuju ruang ganti dan menolak berjabat tangan dengan Conte.
Conte sendiri tak mempersoalkan bila pelatih rival menolak berjabat tangan. Menurut dia yang terutama Napoli telah memenuhi target lolos ke final Supercopa Italiana.
“Kami memang ingin lolos ke final dan kami punya peluang memenangkan trofi ini. Namun kami juga tahu bila kedua tim sama-sama kuat. Meski demikian saya senang karena pemain menunjukkan semangat tinggi meraih trofi ini,” ucap Conte seperti dikutip Football Italia.
Sementara, kapten Napoli Giovanni Di Lorenzo mengaku puas bisa melangkah ke final. “Kami menunjukkan penampilan terbaik dengan komitmen yang kuat. Kemenangan ini sangat berarti bagi kami,” kata Di Lorenzo.
Berbeda dengan Allegri yang sudah pasti kecewa karena gagal mempertahankan gelar juara. Apalagi, Milan kebobolan gol-gol yang terlalu mudah dan sesungguhnya tak perlu terjadi. Di sisi lain, lini depan Rossoneri seperti kehilangan ketajaman sehingga mereka tak mampu membongkar pertahanan Napoli.
“Sekali lagi, kami terlalu mudah dua kali kebobolan,” ucap Allegri.
Di pertandingan itu, kedua tim sesungguhnya menampilkan permainan menyerang yang impresif. Kedua tim saling serang. Hanya Napoli lebih beruntung karena berhasil memecah kebuntuan saat David Neres menaklukkan kiper Mike Maignan di menit 39.
Membangun serangan lewat kerja sama apik dengan striker Rasmus Hojlund, dirinya berhasil memanfaatkan kesalahan bek Koni De Winter dan Maignan yang membawa Napoli unggul 1-0.
Setelah gol itu, Milan berupaya bangkit dan memberi tekanan. Namun pertahanan Napoli yang cukup kuat menjadikan duet Christian Pulisic dan Christopher Nkunku tak bisa menjebol gawang lawan.
BACA JUGA:
Sebaliknya, Napoli berhasil memperbesar keunggulan di babak kedua. Hojlund memantapkan kemenangan Napoli setelah membobol gawang Milan di menit 63. Skor berubah 2-0 untuk Napoli.
Tidak ada tambahan gol dari Napoli. Sementara, Milan tetap tak mampu mengejar ketinggalan sehingga skor itu bertahan hingga laga usai.