JAKARTA - Juventus belum bisa menang di Liga Champions. Bahkan Juve nyaris kalah sebelum bermain imbang 1-1 melawan Sporting Lisbon. Meski demikian pelatih Luciano Spalletti tetap puas karena tim menampikan performa yang sangat bagus.
Spalletti gagal mencetak kemenangan dalam debut bersama Juve di Liga Champions. Saat memulai tugas menggantikan Igor Tudor yang diberhentikan Juve, Spalletti memetik tiga poin pertama setelah mengalahkan Cremonese 2-1 di Serie A Italia.
Namun Juve gagal menjaga konsistensi saat berlaga di kompetisi Eropa. Tampil di kandang sendiri di Stadion Allianz, Rabu, 5 November 2025 dini hari WIB, Juve malah tertinggal lebih dulu saat Maximiliano Araujo membawa Sporting unggul 1-0. Beruntung striker Dusan Vlahovic berhasil mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Hasil itu menjadikan Juve belum pernah menang di Liga Champions. Mereka juga menempati zona playoff di klasemen sementara. Meski demikian Spalletti tetap puas dengan performa tim asuhannya.
“Saya puas dengan performa tim. Kami menunjukkan bagaimana karakter kami yang sesungguhnya. Pemain juga sangat termotivasi memenangkan pertandingan ini,” kata Spalletti.
Bahkan mantan pelatih tim nasional Italia ini menyebut bila Juve menunjukkan penampilan seperti itu, mereka berpeluang memenangkan lebih banyak pertandingan.
“Bila kami bermain seperti itu di pertandingan berikutnya, kami akan memenangkan banyak pertandingan,” ujarnya.
“Reaksi yang ditunjukkan dari pemain sejak awal pertandingan memberi kami harapan. Menurut saya seisi stadion bisa memahami bahwa cara bermain tim sudah sangat baik. Ini tentu sinyal yang bagus,” kata Spalletti yang membawa Napoli meraih Scudetto pada 2023.
Sementara, gelandang Teun Koopmeiners mengakui bila Juve terlambat panas dan mengalami kesulitan pada menit-menit awal pertandingan. Penampilan Bianconeri akhirnya membaik di babak kedua dan menciptakan sejumlah peluang. Hanya, mereka kesulitan mengonversi setiap peluang yang ada.
“Memang benar selama 15 menit pertama, kami tak menunjukkan penampilan yang tepat dalam bertahan dan saat melakukan tekanan. Kami bermain lebih agresif di babak kedua dan punya peluang mencetak gol,” kata Koopmeiners.
“Meski bermain menyerang, sayangnya kami tak bisa mencetak gol. Ini sungguh mengecewakan karena kami butuh kemenangan,” ujarnya.
BACA JUGA:
Di pertandingan itu, Koopmeiners menempati posisi baru karena lebih banyak bermain di belakang. Pemain Belanda ini diposisikan sebagai central midfielder atau tepatnya sebagai deep-lying playmaker. Bahkan dirinya juga berdiri sebagai salah satu bek.
“Saya lebih suka dengan posisi tersebut karena saya tidak perlu lagi ke depan seperti yang saya lakukan di berbagai pertandingan sebelumnya. Saya katakan kepada perwakilan klub dan Spalletti bahwa saya sudah memainkan peran itu di timnas Belanda. Saya nyaman di posisi itu, “ kata dia lagi.