JAKARTA - Pelatih Luciano Spalletti tetap yakin Juventus masih bisa bersaing memperebutkan gelar Serie A Italia meskipun saat ini berada di peringkat ketujuh klasemen. Keyakinan itu yang menjadikan Spalletti menerima kontrak jangka pendek demi menyelamatkan tim yang tengah terpuruk.
Juve terpaksa melakukan perombakan setelah menuai hasil buruk di bawah pelatih Igor Tudor. Meski jarang melakukannya, Juve terpaksa memecat Tudor saat kompetisi baru memasuki pekan ke sembilan. Terlalu dini memberhentikan pelatih karena kompetisi masih panjang.
Namun pencapaian buruk Bianconeri menjadikan klub mengambil keputusan di luar kebiasaan. Bagaimana tidak, Juve tanpa kemenangan selama delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Di Liga Italia, Juve sudah terlempar dari empat besar. Bahkan posisi Juve sudah di bawah tim medioker, Como 1907 dan Bologna.
Spalletti yang kemudian ditunjuk menggantikan Tudor. Meski sempat menolak tawaran kontrak, namun pelatih berusia 66 tahun itu ditunjuk sebagai pelatih hingga akhir musim. Dia baru diberi kontrak baru yang lebih lama bisa membawa Juve lolos ke Liga Champions.
Hanya Spalletti menerima tugas dengan beban berat. Saat ditinggalkan Tudor, Juventus sudah tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Serie A, Napoli.
Menariknya, Spalletti pernah membawa Napoli meraih Scudetto pertama dalam 33 tahun pada 2023. Namun setelah sukses di Napoli, Spalletti kemudian meletakkan
Spalletti sesungguhnya meminta kontrak berdurasi menengah atau sekitar 30 bulan demi membangun tim yang terpuruk. Hanya saja, eks pelatih tim nasional Italia ini menyatakan tegas tidak akan menandatangani kontrak delapan bulan jika tidak melihat potensi untuk meraih trofi.
“Saya berharap bisa kembali bersaing dalam perebutan Scudetto, kenapa tidak? Bahkan kami sudah membahas hal ini dengan para pemain di ruang ganti,” ujar Spalletti.
“Tentu target kami adalah berada di level tertinggi. Kami punya harapan karena baru melakoni sembilan pertandingan. Masih ada 29 laga tersisa. Itu jelas laga yang banyak. Selama lebih dari 30 tahun karier sebagai pelatih, saya sudah melihat berbagai hal luar biasa,” ucapnya.
Penunjukan ini menandai kembalinya Spalletti setelah menganggur menyusul pemecatan sebagai pelatih timnas karena hasil buruk Gli Azzurri di kualifikasi Piala Dunia 2026.
“Kesan pertama saya luar biasa. Kita semua tahu sejarah klub ini dan ekspektasi yang besar. Tetapi menjadi bagian dari Juventus adalah sesuatu yang fantastis,” kata Spalletti.
BACA JUGA:
“Keinginan untuk membawa tim ini kembali ke puncak adalah yang utama. Saya sangat menghormati Igor Tudor. Saya mengenalnya dan tahu bagaimana ia bekerja. Saya yakin dia segera menemukan tim yang terlatih baik.”
Pelatih baru itu juga menetapkan target ambisius meski Juve memulai musim dengan buruk. Dia optimistis La Vecchia Signora segera kembali ke zona Liga Champions. Ujian pertana Spalletti saat membawa Juve melawan tuan rumah Cremonese, yang saat ini berada di posisi ke delapan.