JAKARTA - Rivalitas klasik Turin kembali memanas akhir pekan ini. Juventus akan menjamu tetangga mereka, Torino, di Allianz Stadium pada Sabtu 8 November waktu setempat dalam laga bertajuk Derby della Mole. Ini bukan sekadar duel kota — ini adalah benturan sejarah yang sudah berakar sejak 1929.
Juventus datang ke laga ini dengan aura baru. Setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi, manajemen akhirnya memanggil Luciano Spalletti untuk memegang kendali. Pelatih yang membawa Napoli juara Serie A musim 2022/2023 itu langsung memberi efek instan: kemenangan 2-1 atas Cremonese pekan lalu lewat gol Filip Kostic dan Andrea Cambiaso.
Kemenangan itu menahan Juventus tetap di orbit empat besar, meski performa mereka di Liga Champions masih goyah. Saat menghadapi Sporting Lisbon, Juventus tertinggal cepat namun berhasil menyamakan kedudukan lewat Dusan Vlahovic—yang terlihat kembali tajam. Namun, hasil imbang 1-1 menunjukkan pekerjaan besar masih menunggu Spalletti.
Meski demikian, Juventus tetap tangguh di kandang. Dari 31 laga Serie A terakhir di Allianz Stadium, mereka hanya kalah sekali dan mencatat 17 clean sheet. Spalletti tentu ingin mempertahankan tradisi itu di derby perdananya bersama Juve, setelah sebelumnya juga pernah mencicipi panasnya derby Roma dan Milan.
BACA JUGA:
Di sisi lain, Torino datang dengan misi mustahil: mematahkan kutukan 20 laga tanpa kemenangan atas Juventus di Serie A. Kemenangan tandang terakhir Granata di Derby della Mole terjadi pada tahun 1995 — hampir tiga dekade lalu.
Namun, pasukan Marco Baroni tidak dalam kondisi buruk. Mereka tak terkalahkan dalam lima laga terakhir Serie A dan perlahan menanjak di klasemen. Sayangnya, hasil imbang 2-2 melawan Pisa pekan lalu terasa pahit karena mereka gagal menutup pertandingan setelah sempat unggul.
Masalah utama Torino musim ini adalah start lambat. Dari 16 gol yang sudah mereka kebobolan, 11 datang di babak pertama. Jika hal itu terulang di Turin, Juventus tak akan segan menghukum mereka cepat.
Spalletti kemungkinan tetap memakai formasi tiga bek fleksibel dengan Teun Koopmeiners sebagai joker di lini belakang menggantikan Lloyd Kelly yang masih diragukan tampil. Bremer dan Juan Cabal absen karena cedera, sementara Vlahovic masih harus melewati tes kebugaran untuk memastikan posisinya di lini depan.
Dari kubu Torino, Franco Israel masih diragukan di bawah mistar dan bisa digantikan oleh Paleari. Marcus Pedersen kembali berlatih, sementara Niels Nkounkou sudah siap merumput lagi. Simeone tetap jadi tumpuan utama setelah mencetak empat gol di Serie A musim ini—enam di antaranya sepanjang kariernya terjadi ke gawang Juventus.
Momentum kebangkitan Juventus di bawah Spalletti terasa mulai terbentuk. Mental pemain membaik, dan stadion Allianz kembali jadi benteng. Torino memang tak terkalahkan dalam lima laga terakhir, tapi kutukan 30 tahun di Derby della Mole tampaknya belum akan patah kali ini.
Perkiraan susunan pemain:
Juventus (3-4-2-1):
Di Gregorio; Kalulu, Gatti, Koopmeiners; Cambiaso, Thuram, Locatelli, Kostic; McKennie, Yildiz; Vlahovic.
Torino (3-5-2):
Paleari; Ismajli, Maripan, Coco; Pedersen, Casadei, Asllani, Vlasic, Nkounkou; Adams, Simeone.
Prediksi skor: Juventus 2-1 Torino