JAKARTA - Laga Aston Villa melawan Maccabi Tel-Aviv di Liga Europa diwarnai aksi demonstrasi pendukung Palestina maupun Israel. Dalam insiden itu, polisi mengamankan enam demonstran saat Villa mengalahkan tim Israel itu 2-0 di Stadion Villa Park, Birmingham, Jumat, 7 November 2025 dini hari WIB.
Pertandingan di kandang Villa dinyatakan memiliki ‘risiko tinggi’ sehingga kepolisian lokal menurunkan tidak kurang 700 petugas. Mereka menjaga aksi demonstrasi dari pro Palestina maupun sebagian kecil pro Israel. Mereka melakukan pengawalan di pusat kota Birmingham yang banyak dihuni kaum Muslim dan kawasan sekitar stadion.
Dalam aksi itu, petugas mengamankan enam pelaku demonstran, termasuk remaja berusia 17. Ada beberapa alasan yang menjadikan mereka diamankan, di antaranya menolak melepas syal yang menutup wajah.
Pertandingan itu sendiri berjalan lancar dan tidak ada gangguan. Villa sesungguhnya sedikit kesulitan mengatasi perlawanan Maccabi.
Bahkan The Villans tetap harus bekerja keras demi membobol gawang lawan. Mereka juga nyaris kebobolan saat pemain pinjaman Manchester United Jadon Sancho melakukan blunder kehilangan bola di area sendiri. Beruntung, Maccabi gagal memanfaatkan peluang tersebut.
Setelah berkali-kali gagal, Villa akhirnya memecah kebuntuan saat bek Ian Maatsen membobol gawang Maccabi menjelang akhir babak pertama. Sebelumnya, Donyell Malen memiliki dua peluang yang seharusnya bisa membuka kemenangan tuan rumah.
Namun Maatsen yang akhirnya membawa Villa unggul 1-0. Skor itu bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Villa langsung memberi tekanan. Upaya tim asuhan Unai Emery menambah gol pun kesampaian saat Ezri Konsa dijatuhkan di kotak penalti di menit 59. Wasit langsung menunjuk titik putih. Eksekusi penalti dituntaskan dengan baik oleh Malen.
Skor berubah 2-0 untuk Villa. Setelah gol itu tidak ada tambahan lagi meski Villa tetap mendominasi dan menciptakan sejumlah peluang. Skor itu bertahan hingga akhir laga.
Kemenangan itu disambut suka cita Emery yang mengakui pemain sempat frustrasi di sepanjang babak pertama sebelum akhirnya Maatsen mengatasi kebuntuan.
“Saat jeda, saya katakan kepada pemain untuk tidak frustrasi. Mereka harus tetap bermain dengan motivasi tinggi untuk mengubah keadaan. Saya yakin mereka bermain lebih baik di babak kedua. Kami sesungguhnya mendominasi pertandingan,” kata Emery.
Sementara, pelatih Maccabi Zarko Lazetic menuturkan bila pertandingan berjalan imbang. Timnya pun memiliki peluang untuk mencetak gol. Hanya saja, Maccabi mengalami kesulitan mencetak gol. Terutama setelah mereka kebobolan di akhir babak pertama.
“Pertandingan sesungguhnya imbang dan kedua tim menciptakan banyak peluang. Namun kualitas di sepertiga penyerang yang akhirnya menentukan,” kata Lazetic.
“Situasi kian sulit saat kami kebobolan menjelang akhir babak pertama. Meski demikian, kami masih bisa menciptakan peluang di babak kedua. Kami sudah menunjukkan penampilan terbaik saat menghadapi salah satu tim terbaik di Eropa,” ucapnya.
BACA JUGA:
Kemenangan atas Maccabi menjadikan Villa masuk delapan besar atau zona lolos otomatis dengan menduduki peringkat enam. Villa mengantungi poin sembilan dari tiga kemenangan dan sekali menelan kekalahan.
Sementara, Maccabi berada di papan bawah dan diprediksi sulit lolos ke babak berikutnya lewat jalur playoff. Kini, mereka menduduki peringkat 34 dengan poin satu karena tak pernah menang selama empat pertandingan Liga Europa.