Bagikan:

JAKARTA - Manajer Maccabi Tel Aviv, Zarko Lazetic, mengatakan ia sedih karena para suporter timnya dilarang menghadiri pertandingan Liga Europa melawan Aston Villa karena operasi keamanan besar-besaran sedang berlangsung.

Pertandingan fase liga di Villa Park telah menjadi isu politik besar setelah para suporter klub Israel tersebut dilarang hadir karena kekhawatiran akan keselamatan mereka.

Keputusan tersebut dibuat oleh Kelompok Penasihat Keamanan Birmingham, dengan Villa tidak terlibat, tetapi keputusan tersebut memicu debat di tingkat parlemen karena Perdana Menteri Sir Keir Starmer menyebutnya hal itu sebagai sebuah kesalahan.

Maccabi kemudian mengatakan mereka akan menolak tiket apa pun jika keputusan tersebut dibatalkan.

"Kami mengkhawatirkan keselamatan para suporter kami dan ini merupakan tanggung jawab yang besar. Dengan banyaknya hasutan, kami merasa tidak nyaman mengambil jatah itu."

"Itu adalah hari yang menyedihkan dalam sepak bola karena hal-hal seperti itu seharusnya tidak terjadi."

"Orang-orang berhak atas kebebasan berbicara, tentu saja, tetapi orang-orang tidak berhak menyebarkan kebencian," kata CEO Maccabi Tel Aviv, Jack Angelides, kepada Sky News pada Rabu, 5 November 2025, waktu setempat.

Sementara itu, Lazetic ingin tetap fokus pada sepak bola, tetapi setuju akan lebih baik jika timnya memiliki jatah sekitar 2.000 pendukung di dalam Villa Park.

"Ya (sedih), tentu saja. Tidak adil atau adil, di dunia ini saya bukan orang yang berhak menghakimi itu."

"Namun, di lapangan, situasinya 11 lawan 11 dan kami akan berusaha melakukan yang terbaik," kata Lazetic.

Lebih dari 700 petugas polisi akan dikerahkan di tengah operasi keamanan besar-besaran, yang akan melibatkan kuda polisi, anjing polisi, dan unit drone, dengan beberapa protes yang direncanakan pada Kamis, 6 November 2025, waktu lokal.

Kepolisian West Midlands akan menggunakan wewenang Pasal 60 yang memberi petugas wewenang untuk menghentikan dan menggeledah orang tanpa perlu alasan yang masuk akal.

"Kami tahu protes oleh berbagai kelompok akan terjadi pada hari itu dan kami memiliki rencana yang menyeimbangkan hak untuk protes dengan kewajiban kami untuk melindungi semua komunitas di Birmingham," bunyi keterangan kepolisian.

Beberapa protes pro-Palestina diperkirakan akan terjadi di sekitar Villa Park, sementara belum jelas apakah akan ada protes balasan atau apakah suporter Maccabi akan hadir tanpa tiket.

Para suporter Aston Villa juga telah diperingatkan untuk tidak memajang gambar atau bendera politik apa pun, sesuai peraturan UEFA, pada malam yang diperkirakan akan berlangsung dengan suhu panas.

Sebelumnya, para jurnalis diperingatkan untuk tidak mengajukan pertanyaan non-sepak bola pada konferensi pers sebelum pertandingan yang digelar pelatih Aston Villa, Unai Emery, di tempat latihan, di mana dua pendukung pro-Palestina berdiri di luar.

Pelatih asal Spanyol itu dilindungi dari berbicara tentang isu tersebut dan hanya tertarik pada sepak bola.

"Ini Eropa dan kami bermain di Eropa melawan tim-tim yang sangat bagus. Pertama, ini tentang rasa hormat kami terhadap Liga Europa, terhadap turnamen ini."

"Kedua, ini tentang rasa hormat kami terhadap Maccabi Tel Aviv. Tujuannya ialah berada di 24 besar, tetapi prioritas pertama yang bisa kami capai untuk berada di delapan besar."

"Kami akan bermain besok untuk benar-benar mengeluarkan kemampuan terbaik kami secara kolektif. Kami ingin menikmati perjalanan di Liga Europa," Emery.