Bagikan:

JAKARTA - Laga besar Arsenal melawan Manchester City tak akan menentukan juara Premier League Inggris. Manajer Man City Pep Guardiola persaingan di Liga Inggris bukan soal adu cepat atau sprint tetapi lebih pada maraton.

Laga penting di kandang Arsenal di Stadion Emirates, Minggu, 21 September 2025 malam WIB. Namun big match itu memang tak menentukan karena kompetisi masih panjang. Apalagi, laga itu tersaji di pekan kelima.

Bila Arsenal menang, mereka belum memastikan juara. Paling banter, The Gunners hanya bisa merapatkan jarak poin dengan Liverpool yang diprediksi kembali menang saat menjamu Everton dalam Merseyside Derby yang digelar pada lunchtime Sabtu ini.

Kecuali bila Liverpool kalah lawan Everton dan Arsenal menang, maka posisi puncak bakal berubah. Pasalnya tim asuhan Mikel Areta memiliki selisih gol lebih baik ketimbang The Reds.

Bagaimana dengan Man City? Saat ini, mereka masih berkutat di papan tengah setelah melakukan start tak memuaskan. Bila menang di Emirates, The Cityzens setidaknya menyamai perolehan poin Arsenal. Jadi laga itu memang tak bisa dijadikan patokan bakal menentukan juara Liga Premier.

“Kami tidak akan menjadi juara Premier League bila menang di pertandingan Minggu. Begitu pula sebaliknya kami tidak berarti gagal juara bila kalah di pertandingan itu,” kata Guardiola seperti dikutip Vavel.com.

“Jadi kita lihat saja bagaimana pencapaian tim apakah kami sudah lebih baik dibandingkan musim lalu atau tidak. Kami memang sudah lebih baik dan berharap bisa mempertahankan apa yang sudah dicapai selama dua pertandingan sebelumnya,” ucap dia yang menyebut kompetisi Liga Inggris bukan adu lari cepat atau sprint. Namun persaingan memperebutkan titel liga tak ubahnya lari maraton.

“Kita lihat saja nanti. Pasalnya masih banyak pertandingan yang dijalani. Dari pengalaman saat memenangi enam titel Liga Premier, kami masih tertinggal saat bulan Desember. Bahkan di bulan Januari, kami belum bisa mengejar Liverpool dan masih di belakang Arsenal. Namun pada akhirnya kami yang juara. Itulah mengapa yang penting tim kian berkembang,” ucapnya.

Man City memang melakoni tiga laga yang tidak mudah. Namun mereka mampu mengatasinya dengan baik setelah menghajar Manchester United 3-0 dalam Manchester Derby di kompetisi domestik.

Selanjutnya, Erling Haaland dkk mengungguli Napoli 2-0 di Liga Champions. Hanya kemenangan itu diraih saat Man City menghadapi lawan yang bermain dengan 10 pemain sejak menit 20.

“Kami melakoni pertandingan dalam satu pekan dengan menghadapi Manchester United, Napoli dan kini Arsenal. Ini jelas pekan yang tidak mudah. Tetapi Liga Premier memang seperti itu. Dan yang paling penting adalah kondisi dan kesiapan tim. Saya fokus pada itu,” ujar eks pelatih Bayern Munchen ini.

“Saya cukup yakin karena bahasa tubuh pemain menunjukkan mereka terus berkembang. Saya senang melihat hal itu. Jadi apakah menang atau kalah, kami sudah berusaha melakukan yang terbaik,” katanya.

Guardiola memang tak berharap banyak dari pertandingan itu. Musim lalu, mereka gagal mengalahkan Arsenal. Bahkan dalam duel di Emirates, Arsenal menghabisi Man City 5-1. Sedangkan saat bermain di Etihad, Man City juga gagal menang dan hanya mampu bermain imbang 2-2.

Haaland Kembali Jadi Andalan Man City

Di big match itu, Guardiola kembali mengandalkan Haaland sebagai centre forward. Penyerang Tim nasional Norwegia ini makin gacor setelah kembalinya gelandang Phil Foden. Kolaborasi mereka berperan penting memenangkan Man City atas MU dan Napoli.

Hanya, Man City kehilangan Rayan Cherki yang cedera otot dan Omar Marmoush yang masih menjalani pemulihan dari cedera lutut.

Selain itu, bek Rayan Ait-Nouri belum bisa tampil sehingga posisinya digantikan pemain muda Nico O’Reilly.

Sementara, Arsenal masih belum bisa diperkuat Bukayo Saka yang masih cedera. Ini berarti, Noni Madueke kembali menjadi pilihan pertama.

Kapten Martin Odegaard juga diragukan tampil. Namun bila sudah pulih dia bakal kembali menjadi starter.