JAKARTA - Liga Champions kembali bergulir pada Selasa malam 16 September, kala Juventus akan menjamu Borussia Dortmund di Allianz Stadium, Turin. Pertemuan ini akan menjadi ujian besar bagi kedua tim yang sedang dalam performa apik di liga domestik masing-masing.
Juventus datang dengan semangat tinggi setelah menang dramatis 4-3 atas rival bebuyutannya, Inter Milan, di Serie A pada Sabtu 13 September. Sempat tertinggal 3-2 ketika Marcus Thuram mencetak gol pada menit ke-76, Si Nyonya Tua bangkit dengan dua gol telat yang memastikan kemenangan ketiga mereka musim ini. Hasil itu membuat Juventus berada di posisi kedua klasemen Serie A, hanya kalah selisih gol dari Napoli.
Pasukan Igor Tudor telah memenangkan tiga laga awal musim 2025-26 dan mencetak tujuh gol sejauh ini. Meski catatan pertahanan mereka ternoda untuk pertama kalinya musim ini melawan Inter, performa menyerang Juventus terlihat solid. Namun, di Liga Champions musim lalu, Juventus tampil mengecewakan. Mereka hanya finis di peringkat 20 fase liga dengan sembilan poin dan gagal memanfaatkan peluang di babak playoff 16 besar setelah kalah agregat 4-3 dari PSV Eindhoven.
BACA JUGA:
Juventus memang pernah menang 3-2 atas RB Leipzig musim lalu, tetapi juga takluk 0-1 dari Stuttgart – bukti bahwa melawan tim Bundesliga bukanlah tugas mudah. Meskipun Juve mencatat enam kemenangan beruntun di kandang pada ajang Serie A, mereka justru kalah dua kali dari empat laga Eropa terakhir di Allianz Stadium.
Dari kubu tamu, Borussia Dortmund datang dengan modal kemenangan 2-0 atas Heidenheim di Bundesliga. Kemenangan itu menjadi clean sheet ketiga mereka musim ini, dan pasukan Niko Kovac kini duduk di peringkat kedua Bundesliga dengan tujuh poin dari tiga pertandingan.
BVB juga punya catatan tandang yang bagus, menang dua kali dan imbang satu kali dari tiga laga tandang musim ini. Namun, mereka terakhir kali bertemu Juventus di kompetisi resmi pada 2014-15 dan kalah agregat 5-1 di babak 16 besar. Meski begitu, Dortmund sempat menang dua kali beruntun melawan Juventus sebelum kekalahan itu.
Juventus bisa menurunkan hampir semua pemain utama mereka. Bremer akan menjadi pilar di jantung pertahanan bersama Federico Gatti dan Lloyd Kelly dalam formasi tiga bek. Manuel Locatelli yang piawai menguasai bola di bawah tekanan akan menjadi kunci di lini tengah, berduet dengan Khephren Thuram. Di lini depan, duet Dusan Vlahovic dan Jonathan David akan jadi ancaman, disokong Kenan Yildiz di belakang mereka.
Borussia Dortmund masih kehilangan trio bek Emre Can, Niklas Sule, dan Nico Schlotterbeck. Dengan pilihan terbatas, Niko Kovac kemungkinan akan memainkan Aaron Anselmino, Waldemar Anton, dan Ramy Bensebaini di lini belakang. Jobe Bellingham akan memimpin lini tengah, membantu menyediakan peluang untuk striker tajam mereka, Serhou Guirassy.
Pertahanan Juventus menunjukkan celah saat melawan Inter, dan Dortmund punya kapasitas untuk menciptakan peluang terutama dengan rekor tandang yang solid. Namun, lini depan Juve diperkirakan mampu mengeksploitasi pertahanan Dortmund yang pincang. Hasil imbang dengan skor tinggi tampak realistis.
Laga ini berpotensi menjadi tontonan seru dengan kedua tim saling menyerang dan menciptakan banyak peluang. Fans di Allianz Stadium kemungkinan akan menyaksikan duel terbuka dan penuh gol.
Perkiraan Susunan Pemain
Juventus (3-4-1-2)
Di Gregorio; Gatti, Bremer, Kelly; Kalulu, Locatelli, Thuram, McKennie; Yildiz; Vlahovic, David
Borussia Dortmund (3-4-2-1)
Kobel; Anselmino, Anton, Bensebaini; Couto, Sabitzer, Bellingham, Svensson; Brandt, Beier; Guirassy