JAKARTA - Jerman tetap optimistis mengarungi kualifikasi Piala Dunia 2026. Bahkan pelatih Julian Nagelsmann langsung menargetkan juara pada gelaran Piala Dunia di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada. Hanya Jerman punya rekor buruk sehingga keyakinan Nagelsmann masih diragukan.
Jerman mengawali upaya perebutan tiket ke putaran final dengan menghadapi Slovakia. Mereka menyambangi markas Milan Skriniar dkk di Bratislava, Jumat, 5 September 2025 dini hari WIB. Selanjutnya, Jerman menjamu Irlandia Utara di Koln, 7 September 2025.
Nagelsmann langsung mematok tiga poin saat melakoni laga perdana. Meski bermain di kandang lawan, Die Mannschaft tetap mengincar kemenangan. Dirinya memastikan Jerman tidak hanya ingin lolos ke putaran final, tetapi juga membidi trofi juara untuk ke lima kalinya. Jerman terakhir kali mengangkat trofi di Piala Dunia 2014. Di final, Jerman menaklukkan Argentina 1-0.
“Hal yang wajar bila menetapkan tujuan tertentu. Sulit bagi tim atau individu menghadapi hidup ini bila tak punya tujuan. Jadi harus ada target dan kita berusaha meraihnya,” kata Nagelsmann memberi alasan mengapa dirinya langsung memasang target juara di Piala Dunia 2026.
Hanya saja, ini menjadi target tak gampang bagi Jerman yang tak lagi menunjukkan sebagai tim kuat dan punya kualitas. Terbukti, Die Elf sudah langsung tersingkir di babak awal pada dua edisi terakhir di Piala Dunia 2018 dan 2022. Bahkan mereka dibabat tim-tim Asia, Korea Selatan dan Jepang.
Dalam polling, sebagian besar fans Jerman justru tak percaya dengan keyakinan eks pelatih Bayern Munchen ini. Meski demikian Nagelsmann tak peduli dengan hasil polling tersebut.
“Menurut saya hal yang pantas bila ingin menjadi juara di Piala Dunia. Saya 100% yakin tidak ada pemain yang memberi jawaban berbeda atau mereka memang tidak ingin kami bawa [ke putaran final],” jawab Nagelsmann.
Mengenai posisi Jerman yang dmenjadi favorit lolos ke Piala Dunia sebagai juara Grup A, Nagelsmann menyatakan tak ingin meremehkan lawan. Selain Slovakia dan Irlandia Utara, mereka bersaing dengan tim lemah Luksemburg sehingga Jerman diprediksi tak kesulitan melewati babak kualifikasi.
“Kami harus fokus pada proses sampai akhirnya kami berhasil lolos. Kami fokus pada setiap pertandingan,” ucap Nagelsmann. “Kami tak pernah ragu karena kami memang ingin meraih target yang besar. Proses itu yang menentukan untuk meraih target,” ujarnya.
Nagelsmann sesungguhnya menuai hasil tak memuaskan saat menggantikan Hansi Flick sebagai pelatih Jerman. Dalam debutnya dengan membawa Jerman ke Euro 2024 yang digelar di kandang sendiri, Jerman hanya mampu bertahan hingga perempat final.
BACA JUGA:
Meski sudah memanggil kembali gelandang yang sudah pensiun, Toni Kroos, namun Jerman tetap gagal. Mereka juga menelan kekalahan dari Portugal dan Perancis di Nations League.
“Ini soal irama permainan. Saya ingin tim lebih stabil. Kami hanya punya waktu yang singkat setelah dua kekalahan terakhir," ujarnya.
"Tetapi yang penting saat ini bagaimana memenangkan dua pertandingan pertama dan lolos dari kualifikasi. Kami berharap bisa menunjukkan dominasi atas lawan-lawan kami,” ucap Nagelsmann.