JAKARTA - Real Madrid terbuka untuk meminjamkan Endrick ke tim lain agar tidak menghambat perkembangannya. Hanya saja, prioritas striker muda itu tetap bertahan di Bernabeu untuk mengikuti jejak Vinicius Junior.
Klub membayar Palmeiras 72 juta euro untuk Endrick pada 2022 ketika penyerang itu masih berusia 16 tahun, sebuah langkah serupa dengan yang dilakukan sebelumnya untuk bintang-bintang Brasil lain, seperti Vinicius dan Rodrygo.
Endrick bergabung Real Madrid musim panas lalu setelah berusia 18 tahun, tetapi ia hanya bermain selama 847 menit di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Meski begitu, ia menunjukkan insting mencetak golnya di Copa del Rey dengan lima gol dalam enam pertandingan.
Kylian Mbappe memang pemain nomor 9 yang tak tergantikan. Namun, Ancelotti saat itu memilih opsi selain Endrick ketika pemain asal Perancis itu tidak tersedia.
ESPN Brasil menyebut bahwa Ancelotti masih memasukkan Endrick dalam rencananya untuk Piala Dunia 2026 bersama Tim Nasional Brasil.
BACA JUGA:
Karena itu, Ancelotti juga mendukung striker berusia 19 tahun tersebut untuk mencari waktu bermain reguler di klub lain agar tidak menghambat perkembangannya.
Kedatangan Xabi Alonso pun tampaknya tidak mengubah situasi sang striker di Bernabeu.
Oleh karena itu, setelah pertemuan antara dewan direksi dan staf teknis, Real Madrid yakin bahwa pilihan terbaik adalah meminjamkannya ke tim La Liga lain di mana ia bisa mendapatkan waktu bermain reguler dan beradaptasi dengan liga Spanyol.
Endrick masih dihargai sebagai pemain dengan potensi besar untuk masa depan, tetapi sekarang staf yakin bahwa Gonzalo Garcia memiliki profil lebih berguna saat ini.
Bahkan, Alonso awalnya meminta kedatangan seorang striker dengan kualitas serupa Joselu untuk bermain sebagai penyerang tengah pengganti pada Juni 2025.
Namun, setelah penampilan fantastis Gonzalo di Piala Dunia Antarklub 2025, mereka memutuskan bahwa pemain akademi tersebut akan mengisi peran penyerang tengah pengganti.
Sementara Endrick lagi-lagi tak mendapat tempat sehingga masa depannya masih belum pasti.
Saat ini kesediaan Real Madrid untuk melepasnya bukan berarti pemain Brasil itu akan meninggalkan tim pada bursa transfer musim panas.
Masalahnya, sang striker tetap berkomitmen untuk bertahan di Valdebebas. Orang-orang terdekat Endrick mengatakan kepada ESPN bahwa pemain muda lain yang dipinjamkan, seperti Reinier dan Luka Jovic, tidak sukses. Sementara mereka yang memutuskan untuk bertahan, seperti Vinicius dan Arda Guler, kini memiliki tempat permanen di tim.
Vinicius, faktanya, adalah panutan yang paling sering dikutip oleh mereka yang pernah satu tim dengan Endrick.
Pemain 25 tahun itu juga menderita pada masa-masa awalnya di Real Madrid, bahkan ketika bermain untuk Castilla, tetapi akhirnya memenangi penghargaan Pemain Terbaik FIFA pada 2024.
Atas dasar itulah Endrick lebih memilih bertahan di Real Madrid ketimbang dipinjamkan. Bagi Endrick, Vinicius adalah jalan ke depan.
Di sisi lain, cedera Endrick dan formasi yang digunakan Alonso sejauh ini tidak menguntungkan pemain Brasil tersebut.
Pelatih baru telah memilih formasi menyerang dengan Mbappe dan Vinicius sebagai penyerang.
Dalam konteks ini, Endrick melanjutkan pemulihannya dan yakin bahwa sekembalinya yang diperkirakan pada September 2025, ia akan dapat meyakinkan Alonso bahwa ia layak mendapatkan tempat di timnya.
Namun, Endrick tak bisa melupakan kehadiran kompatiotnya, Rodrygo, sebagai pesaing untuk melapis Vinicius dan Mbappe.
Alonso, seperti yang terlihat di Piala Dunia Antarklub 2025, memiliki ide untuk bermain dengan Vinicius dan Mbappe di lini depan sehingga ia membutuhkan striker lain di samping Gonzalo untuk menggantikan kedua pemain inti tersebut saat mereka absen.
Nah, artinya tinggal ada satu slot yang harus diperebutkan. Di tengah ketidakpastian, Rodrygo ternyata ingin bertahan di Real Madrid.
Alhasil, peluang Endrick untuk menjadi salah satu pelapis Vinicius dan Mbappe bisa berat.