JAKARTA — Pebasket Pelita Jaya Jakarta, Agassi Yeshe Goantara, mengungkapkan bahwa timnya memetik banyak pelajaran dari kekalahan di laga pertama semifinal Indonesian Basketball League (IBL) 2025 melawan Satria Muda Pertamina Jakarta. Pelajaran itu, menurut Agassi, menjadi modal penting untuk tampil lebih baik saat menghadapi Dewa United Banten di pertandingan kedua final yang akan berlangsung malam ini di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta.
“Kami tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti saat semifinal melawan Satria Muda. Kekalahan itu jadi pengalaman berharga, apalagi sekarang lawan kami, Dewa United, juga punya motivasi dan semangat tinggi untuk juara,” ujar Agassi saat ditemui jelang laga.
Meskipun Pelita Jaya tampil dominan dalam kemenangan 94-77 atas Dewa United pada gim pertama final Kamis 17 Juli, Agassi menolak anggapan bahwa timnya jauh lebih unggul. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan Pelita Jaya bukan terletak pada keunggulan kualitas semata, melainkan pada pembelajaran dari pengalaman serta pendekatan mental yang dibentuk oleh pelatih kepala, Justin Tatum.
“Dewa United bisa sampai final karena mereka tim bagus dan berjuang keras. Kami tidak menganggap remeh mereka. Pelatih juga selalu mengingatkan kami untuk belajar dari setiap pertandingan, terutama kekalahan,” lanjut pemain yang dinobatkan sebagai IBL Local MVP 2025 itu.
Agassi juga menekankan pentingnya menang dalam pertandingan tandang selama babak playoff. Menurutnya, jika Pelita Jaya kalah dalam laga tandang pertama, tekanan akan jauh lebih besar saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
“Kalau kalah tandang kemarin, tekanannya bakal lebih besar pas main di kandang. Makanya kami berjuang mati-matian untuk menang di laga pertama,” ucapnya.
BACA JUGA:
Kini, Pelita Jaya hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengamankan gelar juara IBL 2025 dan mencatat sejarah sebagai juara back-to-back atau dua musim berturut-turut. Kemenangan pada gim kedua malam ini akan memastikan tim ibu kota kembali merajai liga bola basket profesional tertinggi di Indonesia.
Namun, jika Dewa United mampu bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1, maka pertandingan akan dilanjutkan ke gim ketiga penentuan, yang tetap akan digelar di GMSB, Jakarta. Sebagai unggulan pertama di babak playoff, Pelita Jaya berhak memainkan laga penentuan di kandang sendiri.
Pertandingan malam ini diprediksi berlangsung sengit. Dewa United yang belum pernah meraih gelar juara IBL tentu akan tampil habis-habisan demi menjaga peluang mereka mencetak sejarah. Sementara Pelita Jaya membawa semangat mempertahankan gelar dan menorehkan sejarah baru di kompetisi elite bola basket Indonesia.
Dengan pengalaman, motivasi tinggi, dan dukungan dari publik Jakarta, Pelita Jaya Jakarta bertekad menutup seri final ini dengan kemenangan dan membawa kembali trofi juara ke ibu kota.