Bagikan:

JAKARTA – Satria Muda Pertamina Bandung keluar sebagai juara IBL All Indonesian 2025 setelah menyapu bersih dua laga format best-of-three melawan Dewa United Banten.

Turnamen tersebut memainkan final gim kedua di GOR Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 30 Agustus 2025, malam WIB, di tengah situasi sosial politik Indonesia yang sebenarnya masih panas karena berbagai aksi demonstrasi.

Satria Muda mengunci gelar menyusul kemenangan 65-55 pada game kedua. Sebelumnya, pada game pertama yang berlangsung Kamis, 28 Agustus 2025, di tempat yang sama, mereka menang dengan skor 76-67.

Kemenangan atas Dewa United di gim kedua membuat Satria Muda menjaga rekor tidak terkalahkan dari total sembilan pertandingan yang dimainkan dalam IBL All Indonesian 2025.

Dalam laga final, Dewa United yang menghadapi situasi hidup-mati harus berjuang bangkit dari kertinggalan sejak kuarter pertama. Performa apik Satria Muda di kuarter itu membuat mereka tertinggal jauh 5-17.

Dewa United kemudian berhasil bangkit di kuarter kedua dan mempertipis skor menjadi 27-28. Namun, Satria Muda mendapat momentum kemenangan di lima menit terakhir laga, dimulai dari three point M. Sandy Ibrahim Aziz.

Setelah itu, kombinasi serangan Abraham Damar Grahita dan Yudha Saputera tidak bisa dihentikan oleh Dewa United Banten.

Abraham dan Yudha mencetak gabungan 33 poin di laga ini. Abraham menyumbang 22 poin, sementara Yudha mengemas 11 poin. Adapun Widyanta Putra Teja mencetak 10 poin.

Gim kedua IBL All Indonesian 2025 berlangsung di tengah situasi yang demonstrasi yang belum kondusif di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk beberapa titik di Jakarta.

Puncak demonstrasi terjadi setelah meninggalnya Affan Kurniawan yang dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis, 28 Agustus 2025, di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta.

Wafatnya Affan memancing amarah demonstran di berbagai daerah. Di Jakarta, aksi demo berlangsung panas sepanjang Jumat, 29 Agustus 2025, sampai dengan Sabtu, 30 Agustus 2025, yang berujung kerusuhan hingga penjarahan.

Situasi sosial itu membuat kompetisi basket DBL Surabaya dan Kapolri Cup pun ditunda. Selain itu, beberapa laga Super League 2025/2026 pun menggeser jadwal mereka.

Laga-laga Super League yang ditunda ialah PSM Makassar vs Persebaya Surabaya, Persita Tangerang vs Semen Padang, dan Persib Bandung vs Borneo FC. Semua laga itu seharusnya berlangsung pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Namun, beda hal dengan IBL All Indonesian 2025. Sebelum laga final gim kedua IBL tetap menegaskan bahwa pertandingan itu tetap berlangsung dengan penjagaan ketat.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menyampaikan keputusan ini setelah hasil koordinasi dengan pihak berwenang dan keyakinan bahwa olahraga merupakan ruang kebersamaan sekaligus simbol bahwa persatuan di tengah dinamika kehidupan.

"Dalam situasi seperti ini, kami sadar ada banyak hal yang terjadi di sekitar kita. Karena itu, kami bekerja sama erat dengan pihak berwenang agar pertandingan tetap bisa berjalan aman dan memperhatikan keselamatan seluruh pihak," ujar Junas di laman IBL.