JAKARTA - Kejuaraan Dunia BWF 2025 (BWF World Championships 2025) menuntaskan partai puncak pada Minggu, 31 Agustus 2025, di Adidas Arena, Paris, Perancis.
Indonesia yang turun dengan 12 wakil pulang tanpa medali emas. Raihan terbaik Merah-Putih di turnamen ini didapat Putri Kusuma Wardani yang meraih medali perunggu.
Putri gagal ke partai puncak usai dikalahkan tunggal putri Jepang, Akane Yamaguchi dalam pertarungan tiga gim, 17-21, 21-14, dan 6-21, pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Hasil di Kejuaraan Dunia BWF 2025 membuat Indonesia gagal mengakhiri paceklik medali emas sejak Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan naik podium tertinggi pada edisi 2019.
Sementara Akane Yamaguchi akhirnya keluar sebagai juara di final setelah menaklukkan tunggal China, Chen Yu Fei, dengan mudah dua gim, 21-9 dan 21-13.
Juara Olimpiade 2020 itu tak mampu memberikan perlawanan kepada Akane karena cedera pergelangan kaki yang dialaminya di semifinal melawan An Se-young.
Alhasil, tunggal putri Jepang itu meraih gelar juara dunia ketiganya dalam 49 menit, mendampingi Carolina Marin sebagai juara tunggal putri tersukses.
BACA JUGA:
Sebelumnya Akane meraihnya juara dunia pada edisi 2021 dan 2022. Tak hanya itu, gelar tersebut memupus puasa trofi sejak Akane juara Kumamoto Masters 2024.
Di sisi lain, sejarah tercipta di BWF World Championships 2025. Ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, menjadi yang pertama bagi negaranya untuk memenangi gelar juara dunia.
Mereka berhasil menghentikan ganda campuran China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, yang berambisi meraih gelar kelima Kejuaraan Dunia BWF 2025. Chen/Toh tampil gemilang melawan Jiang/Wei hanya dalam 40 menit untuk menang 21-15 dan 21-14.
Bergeser ke tunggal putra, Shi Yu Qi (Chinna) meraih kemenangan epik pertamanya di Kejuaraan Dunia BWF 2025 setelah memaksakan tubuh dan pikirannya yang lelah untuk berjuang dalam tiga gim dalam empat hari.
Setelah mengalahkan Christo Popov, Weng Hong Yang, dan Victor Lai dalam tiga gim pada hari-hari sebelumnya, kemampuan Shi untuk bertahan dalam pertandingan panjang lainnya melawan Kunlavut Vitidsarn yang tangguh diuji.
Sebelum ke partai puncak, dia berhasil melewati dua match point melawan Victor Lai. Meski begitu, Shi Yu Qi tampak terlalu lelah secara fisik karena ia terengah-engah lama setelah pertandingan usai.
Begitu pun ketika juara dunia bertahan Vitidsarn merebut gim pertama dengan permainan net yang sempurna, peluang Shi tampak tidak terlalu cerah.
Namun, unggulan asal China itu menunjukkan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa saat ia mulai menguasai permainan, menggunakan smes-smes akuratnya untuk menembus pertahanan Vitidsarn.
Bahkan serangkaian kesalahan di awal gim ketiga tak mampu mematahkan semangatnya. Meskipun Vitidsarn menyerang di menit-menit akhir, Shi terus memacu tempo dan meraih gelar juara dunia pertamanya.
Bagi China, gelar dari Shi Yu Qi menjadi yang kedua di Kejuaraan Dunia BWF 2025 setelah Liu Sheng Shu/Tan Ning mengalahkan pasangan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, dalam tiga gim, 21-14, 20-22, dan 21-17.
Terakhir, satu-satunya pemain yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia ialah Seo Seung-jae. Pebulu tangkis asal Korea Selatan itu meraih dua juara dunia beruntun dengan pasangan berbeda.
Sebelumnya pada edisi 2013, Seo Seung-jae berpasangan dengan Kang Min-hyuk untuk meraih gelar juara dunia di Copenhagen.
Seo berpasangan dengan Kim Won-ho pada edisi 2025. Ganda putra itu hampir tak terhentikan musim ini. Mereka menghancurkan pasangan Chen Bo Yang/Liu Yi dengan cepat meski sempat tertinggal di awal.
Saat tertinggal 13-17, ganda putra Korea Selatan itu melesat dengan delapan poin beruntun untuk merebut gim pertama. Mereka kemudian menggilas lawan mereka di gim kedua, memenangi gelar ganda putra keenam Korea Selatan dengan skor 21-17 dan 21-12.
Daftar Juara BWF World Championships 2025
Tunggal Putra
Emas: Shi Yu Qi (China)
Perak: Kunlavut Vitidsarn (Thailand)
Perunggu: Victor Lai (Kanada) dan Anders Antonsen (Denmark)
Tunggal Putri
Emas: Akane Yamaguchi (Jepang)
Perak: Chen Yufei (China)
Perunggu: An Se-yeong (Korea Selatan) dan Putri Kusuma Wardani (Indonesia)
Ganda Putri
Emas: Liu Shengshu/Tan Ning (China)
Perak: Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia)
Perunggu: Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang) dan Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang)
Ganda Putra
Emas: Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan)
Perak: Chen Boyang/Liu Yi (China)
Perunggu: Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) dan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India)
Ganda Campuran
Emas: Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia)
Perak: Jiang Zhenbang/Wei Yaxin (China)
Perunggu: Thom Gicquel/Delphine Delrue (Perancis) dan Guo Xinwa/Chen Fanghui (China)