Bagikan:

JAKARTA - Perancis berhasil mengejar defisit gol untuk membalikkan keadaan dan menyingkirkan Kroasia setelah menang adu penalti 5-4 (2-2) pada laga kedua perempat final UEFA Nations League di Stade de France, Saint-Denis, Senin, 24 Maret 2025 dini hari WIB. Kiper Mike Maignan menjadi bintang kemenangan Perancis saat adu penalti.

Perancis harus bekerja keras di laga kedua yang digelar di kandang sendiri. Bagaimana tidak, mereka sudah kalah 2-0 pada laga pertama.

Ini menjadikan Kroasia berada di atas angin. Tim asuhan Zlatko Dalic hanya butuh hasil imbang untuk menyingkirkan Perancis. Bahkan kekalahan 1-0 masih bisa membawa Kroasia lolos ke semifinal.

Sebaliknya, Perancis harus mengejar defisit gol. Bila menang dua gol, Les Bleus masih harus melanjutkan pertandingan ke babak extra time dan bahkan adu penalti.

Namun yang terjadi laga memang harus diakhiri dengan adu penalti. Kiper Maignan menjadi bintang kemenangan setelah melakukan dua penyelamatan saat adu penalti. Perancis pun lolos ke semifinal untuk menghadapi Spanyol yang menyingkirkan Belanda.

Kapten Kylian Mbappe menuturkan tim sesungguhnya memiliki keyakinan bakal mengejar ketinggalan gol dan memetik kemenangan. Keyakinan itu menjadikan Perancis tampak enjoy saat bermain ofensif. Dengan melepaskan 22 tendangan ke gawang, mereka seperti menunggu terciptanya gol.

"Saat kami bangun pagi, kami sudah yakin ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa. Kami yakin bisa melakukannya. Kami memang harus memenangkan pertandingan agar fans tetap mendukung kami," ujar Mbappe yang tak segan memuji kompatriotnya, Maignan. Kiper AC Milan ini menjadi penentu kemenangan Perancis.

"Kami tahu bagaimana kemampuan Mike. Jadi kami seperti sudah mendapat keuntungan saat memulai adu penalti. Dia memang membuat perbedaan," katanya.

Sementara Dalic mengaku frustrasi karena peluang Kroasia lolos ke semifinal pupus begitu saja. "Kami sulit menerimanya karena kami gagal melakukan hal sama di Split [saat menang 2-0 di laga pertama]. Kami sudah memberikan segalanya," ucap Dalic.

Di pertandingan itu, Perancis langsung menekan pertahanan Kroasia. Bahkan selama 20 menit pertama, pasukan Didier Deschamps sudah melepaskan delapan tendangan ke gawang. Peluang terbaik diperoleh gelandang Aurelien Tchouameni di menit 16. Hanya saja sundulan dia masih membentur tiang gawang.

Selanjutnya sepakan Bradley Barcola dari jarak dekat bisa digagalkan kiper Dominik Livakovic. Pemain Perancis sempat frustrasi karena kesulitan menembus pertahanan tim tamu sepanjang 45 menit pertama.

Di babak kedua, Perancis tak menyerah. Mbappe terlihat mengangkat tangan meminta dukungan dari suporter. Setelah berulang kali selalu gagal, gelandang Michael Olise akhirnya memecah kebuntuan di menit 52. Tendangan bebas pemain Bayern Munchen sukses menembus gawang Kroasia.

Unggul 1-0 menjadikan Perancis kian agresif menekan lawan. Pasalnya mereka masih butuh satu gol lagi untuk membuka harapan lolos ke semifinal meski harus lewat extra time atau adu penalti.

Usaha keras tuan rumah memang tidak sia-sia. Pemain depan Ousmane Dembele akhirnya berhasil memperbesar keunggulan setelah membobol gawang Kroasia di menit 80.

Skor berubah 2-0 untuk Perancis. Skor itu bertahan hingga akhir laga. Dengan agregat imbang 2-2, laga dilanjutkan babak extra time. Hanya tidak ada gol tercipta selama 2x15 menit.

Peluang bagus sesungguhnya diperoleh Mbappe. Namun upaya dari pemain Real Madrid ini bisa digagalkan secara gemilang oleh Livakovic.

Skor masih 2-0 dan agregat imbang sehingga laga dilanjutkan adu penalti. Kali ini, Perancis lebih beruntung karena Mbappe, Tchouameni, Randal Kolo Muani, Desire Doue dan Dayot Upamecano berhasil menuntaskan eksekusi penalti. Sedangkan Theo Hernandez dan Jules Kounde gagal melakukannya.

Kiper Maignan yang spesialis tendangan penalti bisa menggagalkan eksekusi Martin Baturina dan Josip Stanisic. Sedangkan tendangan Franjo Ivanovic melambung di atas mistar gawang. Perancis menang adu penalti 5-4 dan lolos ke semifinal.