YOGYAKARTA - PSSI secara resmi mengumumkan bahwa Jordi Cruyff, mantan pemain Barcelona dan anak dari legenda sepak bola Johan Cruyff, akan menjabat sebagai Technical Advisor atau Penasihat Teknis Timnas Indonesia. Penasaran dengan sosoknya, yuk simak profil Jordi Cruyff berikut.
Penunjukan Jordi Cruyff tentu menjadi angin segar bagi persepakbolaan Tanah Air, mengingat pengalaman dan reputasi yang dimilikinya di dunia sepak bola internasional.
Sebagai putra dari legenda sepak bola Belanda, Johan Cruyff, Jordi Cruyff akan berperan penting dalam membantu Patrick Kluivert, pelatih kepala Timnas Indonesia. Keduanya akan bekerja sama untuk meningkatkan performa timnas.
Profil Jordi Cruyff
-
Anak Legenda Sepak Bola
Dilansir dari laman thesefootballtimes, Jordi lahir pada bulan Februari 1974 di Amsterdam, saat ayahnya berada di tengah masa kejayaan bersama FC Barcelona.
Pada saat kelahirannya, Spanyol berada di akhir kediktatoran 36 tahun di bawah pimpinan Jenderal Franco. Ketika nama kedaerahan dilarang, Johan yang selalu memberontak, menamai putra sulungnya Jordi, sesuai dengan nama santo pelindung Catalonia.
Hal ini membuat marah berbagai pihak, tapi Cruyff yang keras kepala tetap pada pendiriannya, menuntut bahwa karena putranya lahir di Amsterdam dan memegang paspor Belanda, ia berhak diberi nama sesuai keinginan orang tuanya.
Baca juga artikel yang membahas Tugas Jordi Cruyff sebagai Penasihat Teknis Timnas Indonesia
-
Debut di Barcelona
Johan kemudian pada tahun 1988 menjadi pelatih tim utama Barcelona, dan Jordi yang berusia 14 tahun berada di kota yang sama dan dengan cepat naik level. Jordi memulai debut untuk tim B pada tahun 1992, dengan tampil lebih dari 50 kali di Segunda División.
Debutnya untuk tim utama terjadi pada bulan September 1994, dengan tim tamu Racing yang memimpin lebih dulu. Namun, Jordi memenangkan pertandingan 2-1 berkat sebuah umpan silang dari kanan yang dibiarkan memantul di dekat titik penalti dan Jordi mengarahkan sundulan kepala yang kuat ke sudut atas gawang.
Jordi Cruyff sendiri adalah seorang gelandang serang kreatif yang memiliki pengalaman bermain di berbagai klub ternama dunia. Sebut saja FC Barcelona, Manchester United, dan Deportivo Alaves yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Sebelum gantung sepatu pada tahun 2010, ia juga sempat membela Espanyol, Metalurg Donetsk, Valletta FC, dan De Volewijckers.
BACA JUGA:
-
Karir sebagai Pelatih
Jejak karier Jordi Cruyff setelah pensiun sebagai pemain sangatlah beragam. Ia tidak hanya berkecimpung di dunia kepelatihan, tetapi juga memiliki pengalaman yang signifikan dalam manajemen sepak bola.
Berbagai klub di Eropa, Asia, dan Amerika Selatan pernah merasakan sentuhan tangan dinginnya, baik sebagai pelatih maupun sebagai Direktur Olahraga.
Pada musim penuh pertamanya sebagai pelatih kepala di musim 2017–18, Cruyff memimpin klub Israel Maccabi Tel Aviv meraih kejayaan di Piala Toto.
Cruyff mengwal klub untuk finis liga di posisi kedua, dan mengamankan kualifikasi Eropa untuk tahun keenam berturut-turut sejak ia bergabung dengan Maccabi Tel Aviv pada tahun 2012.
Pada awal musim 2017, ia berhasil memimpin Maccabi Tel Aviv melalui empat putaran kualifikasi untuk mencapai babak grup Liga Europa UEFA. Hingga pada akhir musim, ia mengumumkan niatnya untuk meninggalkan klub untuk memulai pengalaman baru.
Hingga kemudian, salah satu pencapaiannya yang paling menonjol adalah ketika ia menjabat sebagai Direktur Olahraga di FC Barcelona pada musim 2022-2023.
Selain profil Jordi Cruyff, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!