JAKARTA - Carlo Ancelotti mengatakan tersingkirnya Manchester City dari Liga Champions akan menjadi kabar baik bagi Real Madrid.
Dia menegaskan bahwa tim Liga Inggris yang sedang berjuang itu tetap menjadi salah satu kandidat untuk memenangi Liga Champions.
Real Madrid mengalahkan RB Salzburg 5-1 di Bernabeu pada Kamis, 23 Januari 2025, untuk memastikan diri mereka mendapat tempat di babak playoff fase gugur--dengan peluang kecil untuk masuk delapan besar atau zona lolos langsung ke 16 besar.
Sementara Manchester City kalah 2-4 di markas Paris Saint-Germain yang membuat masa depan mereka di Liga Champions diragukan.
"Ya," kata Ancelotti dalam konferensi pers selepas pertandingan ketika ditanya apakah kegagalan Manchester City maju ke fase gugur akan menjadi kabar baik.
BACA JUGA:
"Karena Manchester City masih, bagi saya, salah satu kandidat untuk memenangi Liga Champions lagi," tuturnya lagi.
Dalam tiga musim terakhir, Real Madrid dan Manchester City saling berhadapan di babak sistem gugur Liga Champions, termasuk saat Los Blancos memenangi trofi tersebut pada 2022 dan 2024.
Real Madrid mengalami pasang-surut di Liga Champions musim ini, mengalahkan Stuttgart, Borussia Dortmund, Atalanta, dan Salzburg, tapi kalah dari Lille, AC Milan, dan Liverpool.
Mereka hanya meraih 12 poin dari tujuh pertandingan sehingga cuma menghuni posisi ke-16 klasemen fase grup.
Pahit-pahitnya, mereka harus mati-matian di playoff untuk meraih delapan tiket tersisa ke fase 16 besar.
Ancelotti lebih lanjut tak mau memikirkan siapa lawan di playoff. Terpenting ialah harus menang.
"Anda tidak pernah tahu," kata Ancelotti ketika ditanya tentang peluang Madrid menghadapi lawan tangguh di babak playoff.
"Hanya satu hal yang jelas. Kami harus memenangi pertandingan terakhir kami. Di klub ini, itu bukan hal baru."
Sementara itu, Manchester City berada di posisi ke-25 dengan hanya tujuh poin, di luar zona playoff fase gugur, setelah tiga kali kalah, dua seri, dan hanya dua kali menang.
Kekalahan di Parc des Princes terjadi setelah Manchester City unggul 2-0. Hasil itu membuat langkah pasukan Pep Guardiola kian sulit dengan hanya satu pertandingan tersisa.