Bagikan:

JAKARTA - Piala Dunia 2026, Juni nanti, diprediksi tetap menjadi panggung dominasi tim-tim tradisional Eropa dan Amerika Latin. Namun, mantan pelatih Persebaya Surabaya sekaligus eks striker Timnas Indonesia, Muhammad Zein Alhadad, menilai peluang kejutan tetap terbuka lebar, terutama dari wakil Asia seperti Jepang.

Menurut Alhadad, negara-negara langganan Piala Dunia seperti Prancis, Spanyol, Brasil, Argentina, Jerman, Portugal, hingga Belanda tetap menjadi favorit karena memiliki pengalaman panjang, kedalaman skuad, serta kultur sepak bola yang matang.

“Tim-tim yang selama ini langganan Piala Dunia seperti Prancis, Spanyol, Brasil, Argentina, Jerman, Portugal, Belanda, mereka punya pengalaman dan kedalaman skuad bagus. Tapi bukan tidak mungkin muncul kejutan,” ujar Alhadad kepada VOI, Selasa 26 Mei.

Dalam sejarah Piala Dunia, Brasil masih menjadi negara tersukses dengan lima gelar juara dunia, yakni pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Argentina mengoleksi tiga trofi, termasuk gelar terakhir pada Piala Dunia 2022 di Qatar lewat kepemimpinan Lionel Messi. Jerman dan Italia sama-sama mengoleksi empat gelar, sedangkan Prancis telah dua kali menjadi juara dunia pada 1998 dan 2018.

Jika melihat tren beberapa edisi terakhir, menurut Alhadad, dominasi Eropa memang cukup kuat. Sejak 2006, empat dari lima juara dunia berasal dari Eropa, yakni Italia, Spanyol, Jerman, dan Prancis. Satu-satunya wakil Amerika Latin yang mematahkan dominasi itu adalah Argentina pada 2022.

Meski demikian, Alhadad menilai faktor geografis bisa memberi keuntungan tersendiri bagi tim-tim Amerika Latin karena Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

“Saya kira tim Amerika Latin tetap berpeluang besar karena main di benua mereka dan tentu berharap dukungan penonton. Akan seru kalau final Amerika Latin lawan Eropa, pasti joss,” katanya sambil tertawa.

Sorotan menarik juga tertuju kepada para pemain senior yang kemungkinan menjalani Piala Dunia terakhir mereka. Lionel Messi diperkirakan akan berusia 39 tahun saat turnamen berlangsung, sementara Cristiano Ronaldo menginjak usia 41 tahun. Adapun Neymar masih relatif lebih muda dan berpeluang tampil kompetitif apabila kondisinya fit.

Messi saat ini tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di sejarah Piala Dunia, yakni 26 laga, melewati rekor sebelumnya milik Lothar Matthäus. Kapten Argentina itu juga telah mencetak 13 gol di Piala Dunia dan sukses membawa negaranya juara pada 2022.

Sementara Ronaldo masih memegang rekor sebagai satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol dalam lima edisi Piala Dunia berbeda, mulai 2006 hingga 2022. Megabintang Portugal itu juga menjadi top skor sepanjang masa sepak bola internasional dengan lebih dari 130 gol untuk timnas.

“Nanti tergantung kondisi. Messi dan Ronaldo sudah berumur, secara fisik, kecepatan dan reaksi tentu berkurang. Tapi motivasi mereka bisa sangat tinggi karena mungkin ini Piala Dunia terakhir bagi keduanya. Kalau Neymar lebih muda dan bisa berbuat banyak untuk Brasil,” ujar Alhadad.

Selain negara-negara besar, Alhadad juga memberi perhatian khusus kepada Jepang yang dinilai berpotensi menjadi kuda hitam. Tim Samurai Biru dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan perkembangan pesat dengan banyak pemain yang berkarier di liga-liga elite Eropa.

Menariknya, Alhadad mengingat bagaimana Jepang pernah belajar dari sistem kompetisi Indonesia pada era Galatama di dekade 1980-an.

“Kita berharap Jepang bisa bikin kejutan karena dari Asia. Tahun 80-an Jepang belajar ke Indonesia, melihat kompetisi Galatama kok bagus. Setelah belajar, sekarang Jepang maju pesat,” katanya.

Prestasi Jepang memang terus menanjak. Mereka rutin lolos ke Piala Dunia sejak 1998 dan beberapa kali membuat kejutan dengan mengalahkan tim besar. Pada Piala Dunia 2022, Jepang sukses menundukkan Jerman dan Spanyol di fase grup sebelum akhirnya tersingkir dramatis lewat adu penalti melawan Kroasia di babak 16 besar.

Selain Jepang, sejumlah negara lain seperti Belgia, Kroasia, hingga Maroko juga dinilai berpotensi menjadi pengganggu dominasi tradisional. Maroko bahkan mencetak sejarah pada 2022 sebagai negara Afrika pertama yang mampu menembus semifinal Piala Dunia.

Dengan format baru yang diikuti 48 negara, Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi turnamen paling kompetitif dalam sejarah. Jumlah pertandingan lebih banyak dan padatnya jadwal diyakini membuka peluang lahirnya kejutan-kejutan baru di panggung sepak bola dunia.