Bagikan:

JAKARTA - Manchester City membuang keunggulan dua gol saat bertandang ke markas Brentford pada Rabu, 15 Januari 2025, dini hari WIB.

Gol Yoane Wissa dan Christian Norgaard pada menit-menit akhir membuat tuan rumah memaksa hasil imbang 2-2.

Setelah menderita enam kekalahan liga pada November dan Desember 2024, The Citizens bangkit kembali dengan hasil imbang melawan Everton (1-1) serta menang atas Leicester City (2-0) dan West Ham (4-1).

Namun, kondisi fisik yang tak optimal saat melawan Brentford menggagalkan mereka meraih tiga kemenangan beruntung di Liga Inggris. Kebangkitan singkat mereka terhenti tiba-tiba.

Tambahan satu poin membuat The Citizens berada di urutan keenam klasemen dengan 35 poin, terpaut 12 poin dari pemuncak klasemen Liverpool yang bermain imbang 1-1 di Nottingham Forest yang berada di posisi kedua.

"Kami tampak lelah pada akhir 20 menit terakhir, kami tampak lemah. Mereka memberikan bola-bola panjang ke kotak penalti dan kami tidak mampu mengatasi fisik pada akhirnya," kata Foden yang mencetak semua gol Manchester City melawan Brentford.

Foden lebih lanjut menegaskan bahwa masalah fisik tersebut harus diselesaikan. Pasalnya, mereka akan menjalani agenda padat dan berat pekan depan dengan kembali bertanding di Liga Champions.

"Ini jelas merupakan peningkatan dari sebelumnya. Penampilan kami jauh lebih baik daripada sebelumnya."

"Kami masih harus melangkah maju ke tempat yang kami inginkan. Selama kami terus melangkah maju dan meningkatkannya, itulah yang ingin kami lakukan," tutur Forden lagi.

Manchester City akan menghadapi Ipswich Town pada 19 Januari 2025 sebelum bertandang ke markas Paris Saint-Germain pada 23 Januari 2025.

Selepas pulang dari Paris, The Citizens sudah ditunggu Chelsea di Liga Inggris tiga hari kemudian.

Sementara itu, semua gol Manchester City dicetak di babak kedua. Mereka kesulitan menciptakan peluang di babak pertama.

Savinho hampir memecah kebuntuan pada menit ke-50, merangsek maju melalui sisi kiri sebelum melepaskan tembakan yang membentur tiang gawang.

Dua menit kemudian, sundulan Erling Haaland tepat mengarah ke kiper lawan. Padahal, ia seharusnya mencetak gol.

Manchester City baru berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-66, saat umpan brilian dari sisi kanan oleh Kevin De Bruyne disambut dengan tendangan voli Foden, yang mengarahkannya ke tiang jauh.

Pertandingan seharusnya sudah berakhir saat Foden mengubah kedudukan menjadi 2-0 pada menit ke-78.

Dia bereaksi paling cepat untuk menyambar bola pantul setelah tembakan awal Savinho berhasil ditepis.

Namun, empat menit kemudian, Wissa memastikan penyelesaian yang menegangkan saat ia melepaskan tembakan dari jarak dekat untuk memperkecil ketertinggalan.

Para pemain bertahan Manchester City telat waspada untuk melindungi keunggulan mereka. Seharusnya mereka menyadari ancaman yang ditimbulkan oleh Brentford setelah tuan rumah mencetak gol pertama.

Benar saja, Norgaard menjadi petaka. Dia membawa tuan rumah bangkit dua menit memasuki injury time. Pemain Denmark itu menyundul bola dengan cukup keras yang tak mampu dihalau Stefan Ortega.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, bersemangat saat peluit akhir berbunyi, memeluk dan memarahi kipernya setelah penampilan mengecewakan dari timnya.

Bagi Brentford, hasil tersebut layak dihargai tinggi. Mereka bisa bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk memaksa satu poin.

"Saya tidak tahu bagaimana kami melakukannya. Kami tetap bertahan dalam permainan meskipun kami tertinggal 0-2."

"Kami bertahan di sana. Saya bangga dengan cara kami berhasil bangkit dalam permainan. Kami tidak akan kalah dengan selisih satu gol."

"Jadi, ketika Wissa mencetak gol balasan, saya tidak tahu bagaimana bisa sampai di sana, tetapi senang melihatnya (bola) masuk."

"Meskipun saya bukan penyerang, saya cenderung mendengarkan dalam rapat. Saya hanya menyerang celah dan saya beruntung melihatnya (bola) masuk," kata Norgaard.