JAKARTA - AC Milan meraih kemenangan pertama di Liga Italia di bawah pelatih Sergio Conceicao. Dalam duel di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu, 15 Januari 2025 dini hari WIB, MIlan menaklukkan tuan rumah Como 1907 dengan skor 2-1.
Conceicao sukses mengantarkan Milan memenangi Piaa Super Italia atau Supercoppa Italiana dalam debutnya sebagai pelatih menggantikan Paulo Fonseca. Keberhasilan mengalahkan Juventus dan kemudian mengatasi rival satu kota, Inter Milan, di laga final jelas menjadi modal bagus Conceicao saat mengarungi liga untuk kali pertama sebagai pelatih.
Namun Conceicao yang sudah malang-melintang di Serie A semasa menjadi pemain Lazio, Parma hingga Inter, melakukan debut yang kurang memuaskan. Milan hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Cagliari.
Hasil yang mengecewakan karena Rossoneri tampil di kandang sendiri. Mereka pun tercatat hanya sekali menang dari lima laga terakhir, termasuk saat menghadapi Cagliari.
Hanya meraih satu poin di laga home, Conceicao akhirnya meraup kemenangan pertama saat Milan menyambangi markas Como. Dalam duel itu, Milan tertinggal lebih dulu sebelum berhasil bangkit untuk mengalahkan tim promosi yang didanai perusahaan rokok Indonesia itu.
Kemenangan atas Como menjadikan Milan berhasil naik satu strip. Kini, mereka menempati peringkat tujuh dengan poin 31.
Sementara, Como masih berkutat di papan bawah dan terancam turun ke zona degradasi. Meski mereka tak terkalahkan selama enam laga sebelumnya, namun Como tak kunjung memperbaiki posisi.
Kini, tim asuhan Cesc Fabregas itu berada di peringkat 16 dengan poin 19. Como hanya unggul satu poin dengan Cagliari yang menempati posisi 18 atau zona degradasi.
Dalam duel itu, Milan harus bekerja keras menghadapi permainan ngotot Como. Tuan rumah menunjukkan fighting spirit yang tinggi sehingga mereka mampu mengimbangi Milan. Bahkan Rafael Leao dkk tak mampu membobol gawang Como sepanjang babak pertama.
Mandulnya striker Alvaro Morata selama 45 menit pertama menjadikan Conceicao melakukan perubahan. Morata ditarik untuk digantikan Tammy Abraham. Begitu pula Ismail Bennacer dan Christian Pulisic yang mengalami cedera digantikan Alex Jimenez dan Yunus Musah.
Hanya saja pergantian pemain itu justru membuat permainan Milan memburuk. Sebaliknya, Como berhasil memberi tekanan dan akhirnya unggul lebih dulu. Pemain sayap Assane Diao sukses memecah kebuntuan Como dalam debutnya.
Pemain berusia 19 yang baru bergabung pekan lalu setelah direkrut dari Real Betis ini menyambut assist Maxence Caqueret untuk mengubah skor menjadi 1-0 di menit 60.
Gol itu akhirnya menjadikan Milan bangkit. Mereka mulai menekan pertahanan Como. Setelah berkali-kali gagal, Milan kemudian menyamakan skor saat Theo Henandez berhasil memanfaatkan bola rebound yang berawal dari sepak pojok di menit 71.
Tendangan voli Hernandez dari jarak dekat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol itu merupakan yang ke-30 yang pernah dicetak Hernandez selama bermain di Liga Italia.
Ini juga menjadikan pemain tim nasional Perancis ini sebagai bek Milan pertama yang mampu mencetak gol sebanyak itu sekaligus melewati rekor bek legendaris Milan, Paolo Maldini, yang tercatat 29 kali membobol gawang lawan.
BACA JUGA:
Keberhasilan Hernandez memecah kebuntuan menjadikan Milan kian bersemangat. Mereka langsung menggebrak dan hanya dalam tempo lima menit, Milan sudah berbalik unggul.
Kali ini, Leao yang membawa Milan unggul 2-1 setelah tendangan lambung dia yang menyelesaikan assist Abraham gagal diselamatkan kiper Jean Butez.
Skor itu bertahan hingga laga usai. Milan pun memetik kemenangan di laga tandang sekaligus menjadi modal berharga saat mereka melakoni big match melawan Juve untuk kedua kalinya di bulan Januari dan kemudian menghadapi wakil La Liga Spanyol Girona di Liga Champions.