JAKARTA - AC Milan nyaris kalah sebelum bangkit untuk mengalahkan Como 2-1 di pertandingan Serie A Italia di Stadion San Siro, Mnggu, 16 Maret 2025 dini hari WIB.
Milan menunjukkan konsistensi setelah menuai hasil buruk. Terutama setelah Milan gagal melanjutkan kiprah di Liga Champions. Setelah disingkirkan Feyenoord di playoff babak 16 besar, Milan terus mengalami penurunan dan bahkan menuai kekalahan pada tiga laga secara berturut-turut.
Hasil mengecewakan itu menjadikan pelatih Sergio Conceicao berada dalam tekanan. Namun performa Rossoneri akhirnya mengalami perbaikan. Setelah mengalahkan Lecce 3-2, Milan melanjutkan tren positif dengan meraih kemenangan 2-1 atas Como.
Kemenangan yang menjadikan Conceicao bisa bernapas lega. Menurut dia pemain sangat termotivasi untuk bangkit setelah mengalami keterpurukan
"Saya menyaksikan mereka memang sangat ingin melakukan yang terbaik dan memberikan segalanya. Mereka sangat termotivasi untuk membalikkan situasi dan berharap Milan menyelesaikan musim dengan lebih baik," kata Conceicao.
Di pertandingan itu, Milan sesungguhnya mengawali laga dengan sangat baik. Bahkan Yunus Musah nyaris membawa Milan unggul setelah berhasil mengecoh kiper Jean Butez.
Hanya dia memiliki ruang tembak yang sempit sehingga tendangannya masih melebar. Peluang bagus Musah yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol.
Saat Milan kembali melakukan tekanan, Como justru membuat kejutan dengan membobol gawang Mike Maignan di menit 33. Gol Como dihasilkan Lucas Da Cunha yang melepaskan tendangan ke sudut bawah gawang.
Como sesungguhnya juga berpeluang memperbesar keunggulan sebelum babak pertama usai. Peluang bagus diperoleh bek Marc-Oliver Kempf melepaskan tendangan ke gawang.
Namun Maignan secara gemilang berhasil menggagalkan peluang tersebut. Skor 1-0 untuk Como bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Como tetap menyulitkan Milan. Bahkan Da Cunha sempat membobol gawang tuan rumah untuk kali kedua di menit 49. Namun gol itu dianulir setelah wasit meninjau lewat VAR dan Da Cunha dinyatakan offside.
Milan akhirnya bangkit. Hanya empat menit berselang setelah dianulirnya gol Da Cunha, mereka berhasil menyamakan skor. Pemain sayap Christian Pulisic memecah kebuntuan Milan sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Selanjutnya, gelandang keturunan Ambon, Tijjani Reijnders menjadi penentu kemenangan Milan. Dia membobol gawang Como di menit 75 dan skor 2-1 untuk Milan bertahan hingga laga usai.
Hanya, sebelum peluit akhir dibunyikan, Como kehilangan Dele Alli yang mendapat kartu merah. Selanjutnya, pelatih Cesc Fabregas juga dijatuhi kartu merah.
"Kami memang mengalami kesulitan di musim ini. Di pertandingan ini, kami juga tidak menunjukkan penampilan terbaik. Kami melakukan banyak kesalahan sendiri. Hal yang seharusnya tidak boleh terjadi saat Anda bermain untuk Milan," ucap Reijnders.
BACA JUGA:
"Saya selalu mengatakan bila kami makin berkembang. Dan, ini menjadi momen terbaik untuk menunjukkannya," kata dia lagi.
Kemenangan atas Como menjadikan Milan naik ke peringkat delapan dengan poin 47. Mereka masih terpaut lima poin dengan Juventus yang menempati peringkat empat atau zona Liga Champions.
Sementara, Como yang memiliki poin 29 masih tertahan di peringkat 13. Poin Como sama dengan Hellas Verona, namun mereka masih unggul selisih gol.