Bagikan:

JAKARTA - Yunani, juara Euro 2004, harus melakoni play-off sebelum meraih tiket ke putaran final Euro 2024. Usai menyingkirkan Kazakhstan dengan kemenangan telak 5-0, Yunani bertemu Georgia di laga final.

Yunani mencetak sejarah besar saat merebut trofi Euro 2004 dengan mengalahkan Portugal yang jauh diunggulkan. Setelah pencapaian yang luar biasa lewat polesan pelatih kharismatik dari Jerman Otto Rehhagel, Yunani kembai menjadi tim medioker.

Tak ada kejutan lagi dari tim negeri para dewa. Pencapaian terbaik Yunani pada Euro 2012 saat mereka menembus perempat final.

Selanjutnya, Yunani gagal lolos sampai akhirnya mereka harus melakoni play-off untuk mendapatkan tiket ke Jerman.

Dan upaya Yunani untuk lolos ke putaran final bertepatan 20 tahun saat menjadi juara Eropa. Mereka butuh satu pertandingan lagi melawan Georgia untuk kembali berlaga di Piala Eropa.

Di laga melawan Kazakhstan di Stadion Agia Sophia, Jumat, 22 Maret 2024 dini hari WIB, Yunani langsung unggul lewat gol cepat Anastasios Bakasetas.

Gol sang kapten tercipta dari titik penalti saat laga baru berjalan sembilan menit. Penalti diberikan menyusul pelanggaran Bagdat Kairov terhadap Dimitrios Pelkas.

Selanjutnya, Pelkas menambah gol setelah sundulannya menembus gawang Kazakhstan di menit 15. Skor berubah menjadi 2-0.

Kazakhstan sesungguhnya berusaha bangkit untuk mengejar ketinggalan gol. Hanya saja, usaha mereka tak pernah membuahkan hasil. Sebaliknya, Yunani terus melaju.

Hasilnya, Yunani memantapkan keunggulan saat sepakan Fotis Ioannidis dari jarak dekat yang menyelesaikan umpan dari Giorgios Masouras. Gol Ioannidis tercipta di menit 37. Sundulan Dimitrios Kourbelis menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0.

Di babak kedua, Yunani menurunkan tempo permainan. Meski demikian, mereka tetap bermain menyerang sehingga menekan pertahanan lawan.

Yunani akhirnya menambah gol menjelang akhir pertandingan. Gol akibat bunuh diri Alexandr Marochkin di menit 87. Skor akhir 5-0 untuk Yunani.

Di final play-off, Yunani bertemu Georgia yang menyingkirkan Luksemburg. Dalam duel di Stadion Boris Paichadze Dinamo Arena, Tbilisi, Georgia menang 2-0. Semua gol Georgia dihasilkan Budu Zivzivadze.

Di pertandingan itu, Zivzivadze mencetak gol pertama di menit 40. Gol berawal dari sepak pojok dan kemudian bola hendak dibuang gelandang Luksemburg Mathias Olesen. Namun bola justru jatuh di kaki Zivzivadze yang kemudian melepaskan tendangan keras ke gawang.

Luksemburg sempat menyamakan kedudukan melalui Gerson Rodrigues di menit 53. Hanya saja, wasit kemudian meninjaunya lewat VAR.

Hasilnya, tidak hanya gol Rodrigues yang dianulir, tetapi Luksemburg juga kehilangan pemain menyusul dikartumerahnya Maxime Chanot. Wasit menilai Chanot melakukan pelanggaran sebelum terciptanya gol.

Tak lama berselang atau di menit 64, Georgia menambah gol setelah Zivzivadze mencetak brace. Dirinya menyelesaikan umpan silang Levan Shengelia's. Skor berubah menjdi 2-0 untuk Georgia dan bertahan sampai akhir laga.