Bagikan:

JAKARTA - AC Milan akhirnya meraih kemenangan di kompetisi Serie A Italia di Stadion San Siro, Minggu, 26 November dini hari WIB. Pelatih Stefano Pioli menyebut Milan tak butuh perombakan total dan tim fokus di Liga Champions melawan Borussia Dortmund.

Kemenangan 1-0 atas Fiorentina lewat penalti Theo Hernandez yang sangat berarti. Terutama setelah performa Milan masih cenderung naik turun.

Pada laga sebelumnya, Rossoneri hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Lecce. Hasil itu menjadikan Milan gagal menjaga jarak poin dengan Inter Milan dan Juventus.  

Namun, mereka akhirnya kembali menang saat menjamu Fiorentina. Sukses itu setidaknya mempertahankan posisi Milan di klasemen sementara.

Mereka berada di peringkat tiga dengan poin 26 dan masih terpaut lima poin dari tim rival satu kota, Inter, yang bertengger di puncak klasemen.

Pioli memang tak mempersoalkan posisi Milan di klasemen. Menurut dia yang terutama Milan sudah kembali ke jalur menang.

Hasil lawan Fiorentina sangat berarti karena Milan tidak bisa menurunkan skuat terbaik. Striker veteran Olivier Giroud absen karena larangan bermain.

Sementara Rafael Leao dan Noah Okafor mengalami cedera. Di sektor depan, Pioli hanya bisa mengandalkan Luka Jovic yang belum menunjukkan performa terbaik. Dan, itu kembali terbukti saat menghadapi eks klubnya.

Krisis pemain menjadikan Pioli memanggil remaja bertalenta, Francesco Camarda. Hasilnya remaja berusia 15 tahun ini memecahkan rekor pemain termuda dalam sejarah sepak bola Italia saat melakukan debut menggantikan Jovic.

Pioli mengakui tim memang tidak menunjukkan performa terbaik. Namun dia berharap kemenangan ini menumbuhkan kepercayaan diri pemain.

"Wajar bila performa kami bukan yang terbaik. Bukan salah satu yang terbaik bila dibandingkan secara kualitas. Kami memang tetap bermain bagus di babak pertama, namun secara mental kami tidak dalam kondisi terbaik. Kami juga belum menunjukkan kemajuan meski bisa membawa pulang tiga poin," ujar Pioli.

"Namun kami juga sering mengalami penampilan tim kian menurun di babak kedua dan akhirnya kami kalah. Kali ini, kami tetap menang dan ini bisa menumbuhkan kepercayaan diri pemain," kata dia.

Hasil buruk Milan memang sempat mengundang kritikan. Pioli pun didesak untuk melakukan perubahan dalam pendekatan atau cara bermain. Pasalnya, Rossoni dinilai telah kehilangan identitasnya.

"Mentalitas yang membuat perbedaan," kata Pioli.

"Atmosfer di stadion pun sudah berbeda. Menurut saya kami sudah melakukan pendekatan yang tepat saat berusaha keluar dari situasi sulit. Kini kami harus mempersiapkan diri menghadapi laga krusial di Liga Champions," ujarnya.

Milan akan menjamu Borussia Dortmund di Liga Champions. Pada duel sebelumnya kedua tim bermain imbang 0-0.

Namun di laga terakhir Milan di kompetisi Eropa, mereka sukses menghajar Paris Saint-Germain 3-0.

"Kemenangan atas PSG akan membuka kesempatan bagi kami. Kemenangan atas Dortmund akan membuat perbedaan," ujar Pioli.