Bagikan:

JAKARTA - Pemain sayap Manchester United Jadon Sancho ingin kembali ke klub lama, Borussia Dortmund. Bahkan Sancho berharap kepindahannya sudah bisa dilakukan pada bursa transfer Januari 2024.

Keinginan itu menandakan bila hubungan Sancho dengan manajer Erik ten Hag masih panas.

Tidak ada tanda-tanda Sancho berdamai dengan Ten Hag. Permusuhan mereka masih memanas karena Sancho menolak meminta maaf kepada Ten Hag.

Saran dari rekan tim yang juga bermain bersama dia di skuat Inggris, mulai dari Marcus Rashford, Luke Shaw dan Harry Maguire, agar meminta maaf kepada sang manajer sepertinya tak digubris.

Enggan minta maaf menjadikan pilar The Three Lions ini tak diizinkan menggunakan fasilitas klub untuk latihan dan bahkan tak boleh masuk kantin pemain utama. Buntutnya, pemain berusia 23 ini berlatih bersama tim akademi. Begitu pula saat makan pun harus ke kantin tim akademi.

Perseteruan Ten Hag dan Sancho bermula saat MU dikalahkan Arsenal di Premier League Inggris. Saat disinggung mengenai tidak dimainkannya Sancho, Ten Hag menyebut sang pemain tak berlatih cukup baik yang membuat dia tak masuk skuat.

Namun Sancho lewat media sosial membantah pernyataan Ten Hag. Apa yang dikatakan manajer, menurut dia, 'tak sepenuhnya benar'. Sancho bahkan menyebut dirinya 'selama ini hanya dijadikan kambing hitam saja'.

Sikap Sancho menjadi sinyal permusuhan dengan manajer. Ten Hag pun melarang Sancho menggunakan semua fasilitas di klub sampai waktu tak ditentukan bila tak meminta maaf dan mencabut pernyataannya.

Bukannya berdamai, hubungan mereka malah kian rusak parah. Tak berhenti di situ, Sancho malah mempertimbangkan untuk hengkang dari MU.

Dirinya ingin kembali ke klub lama, Borussia Dortmund. Dia berharap kepindahannya bisa dilakukan di bursa transfer Januari 2024.

Dortmund memang belum memberi sinyal membawa kembali Sancho, namun klub-klub Bundesliga tengah memantau situasi Sancho. Mereka pun siap bersaing mendapatkan jebolan akademi Manchester City ini.

Meski belum ada kepastian dari Dortmund, Sancho tak tertarik pindah ke klub lain. Pasalnya selama empat tahun di Signal Iduna Park, Sancho meraih sukses besar. Dirinya mencetak 50 gol, 64 assists selama 137 pertandingan di berbagai kompetisi bersama Die Borussien.

Bandingkan dengan performa dia di MU. Dari 82 penampilan, Sancho hanya mencetak 12 gol dan enam assists. Padahal, MU harus merogoh kocek 73 juta poundsterling untuk memboyong Sancho.

Harga mahal tetapi MU memang gagal memaksimalkan Sancho. Bahkan manajer Ole Gunnar Solskjaer yang memburu dia malah jarang menurunkannya sejak Sancho datang ke Old Trafford.

Bila Sancho ke Dortmund, dia mengikuti jejak pemain lama, Shinji Kagawa. Mantan pemain timnas Jepang ini membela Dortmund pada 2012-2014. Dia kemudian direkrut MU pada 2012.

Kagawa lebih beruntung ketimbang Sancho karena ikut membawa The Red Devils memenangi Premier League Inggris 2013 dan Community Shield 2013. Hanya tahun 2013 merupakan tahun terakhir manajer legendaris Sir Alex Ferguson.

Sayangnya, David Moyes yang menggantikan Ferguson gagal memaksimalkan Kagawa. Pelatih Dortmund saat itu Jurgen Klopp kemudian membawa dia kembali pada 2014. Sementara, MU sendiri mengalami penurunan sampai saat ini meski sudah berganti banyak manajer.

MU sesungguhnya tak keberatan bila Sancho kembali ke Dortmund. Hanya saja, MU meminta harga sama saat klub mendatangkannya dari Dortmund.