Bagikan:

JAKARTA - Terence Crawford (39-0-0, 30 KO) dijuluki 'finisher terbaik dalam tinju', sebuah penghargaan yang mungkin hanya bisa dibantah oleh Artur Beterbiev dan Noaya Inoue.

Kemenangan terbaru Crawford datang Sabtu lalu. Dengan penampilan super berkelas melawan David Avanesyan, juara kelas welter itu kembali membuktikan dirinya bukan hanya tahu cara meng-KO lawan, tetapi dia juga 'pemburu' terbaik dalam tinju.

Crawford membuat Avanesyan menderita dengan pukulan keras ke tubuh. Petarung Rusia itu bahkan dibombardir dengan kombinasi pukulan mematikan petinju berjuluk 'Bud'.

Sembilan dari 10 kemenangan terakhir atlet asal Omaha ini diraih dengan KO dan satu lagi yang tidak diraih karena lawannya sudah pensiun.

Lantas, apa yang sekarang harus dilakukan Terence Crawford untuk mencapai level berikutnya?

Crawford, bagi banyak orang, adalah petarung lintas divisi (pound-for-pound) terbaik, meskipun jika dia ingin menang sebagai salah satu yang terhebat di masanya, dia harus menghadapi Errol Spence Jr.

Crawford sudah berusia 35 tahun dan sepertinya tidak terburu-buru menghadapi 'The Truth'.

Meski kedua juara kelas welter itu tampak tertarik untuk mewujudkan pertarungan besar dalam beberapa bulan terakhir, semuanya kembali sia-sia.

Kontrak Crawford diputus Top Rank dan menentukan sendiri nasibnya dengan melawan Avanesyan untuk mendapat bayaran lebih dari 10 juta dolar AS.

Jika dia tidak melawan Spence sekarang, hanya lawan seperti Jaron Ennis atau Vergil Ortiz yang bisa membuat Crawford meningkatkan warisannya. Hanya saja, itu belum cukup.

Manny Pacquiao mengumumkan akhir pekan lalu bahwa dia fit dan bersedia keluar dari masa pensiunnya untuk menghadapi Crawford atau Spence. Sekarang, semunya terserah 'Bud'.