JAKARTA - Band progresif rock asal Inggris, Yes, terpaksa mengambil keputusan berat dengan menunda rangkaian tur Eropa mereka yang semula dijadwalkan mulai bergulir pada April 2026.
Sedianya, tur bertajuk “The Classic Tales of Yes” itu akan dibuka di Glasgow pada 22 April. Dalam rangkaian 11 jadwal pertunjukan, mereka berencana membawakan album mahakarya “Fragile” (1971) secara utuh di atas panggung.
Namun kondisi kesehatan Steve Howe menjadi prioritas utama manajemen dan personel band lainnya. Sang gitaris harus menjalani prosedur operasi penting yang tidak dapat ditunda.
Dalam pernyataan yang dirilis melalui laman resmi, pihak band menjelaskan bahwa Steve Howe memerlukan tindakan medis segera yang membutuhkan waktu pemulihan cukup signifikan.
"Keputusan ini diambil untuk memastikan bahwa Steve dapat kembali ke atas panggung dalam kondisi kesehatan penuh dan memberikan penampilan yang layak didapatkan oleh para penggemar," tulis pernyataan resmi Yes, dikutip Minggu, 5 April.
Lebih lanjut, band yang juga digawangi Jon Davison (vokal), Billy Sherwood (bass), Jay Schellan (drum), dan Geoff Downes (kibor), meminta para pemegang tiket untuk tetap menyimpan tiket mereka.
BACA JUGA:
"Kami sedang bekerja keras untuk menjadwalkan ulang pertunjukan di Inggris dan Uni Eropa ke tanggal berikutnya, dengan detail lengkap yang akan diumumkan setelah Paskah. Harap simpan tiket Anda karena akan tetap valid untuk tanggal yang dijadwalkan ulang tersebut," tambahnya.
Meski jadwal musim semi mengalami pergeseran, Yes memastikan rencana tur untuk akhir tahun 2026 tidak akan terdampak dan tetap berjalan sesuai rencana awal.
Steve Howe sendiri merupakan satu-satunya anggota dari lineup album “Fragile” yang masih bertahan di dalam band hingga saat ini—menjadikannya pilar sentral dalam setiap pertunjukan langsung Yes.
Penundaan ini menambah catatan panjang dinamika band yang telah berdiri sejak akhir dekade 1960-an tersebut.
Sebelumnya pada tahun 2023, Yes sempat menjadi sorotan industri musik setelah menjual hak katalog rekaman mereka di bawah label Atlantic Records kepada Warner Music Group (WMG).
Penjualan tersebut mencakup 12 album studio pertama mereka yang ikonik, termasuk berbagai rekaman langsung dan kompilasi yang telah membentuk sejarah musik rock dunia.