JAKARTA - Jimmy Cliff, penyanyi asal Jamaika yang suaranya berperan besar mengubah reggae menjadi fenomena global, meninggal dunia pada usia 81 tahun.
Kepergian sang ikon budaya tersebut dikonfirmasi oleh istrinya, Latifa Chambers, melalui sebuah pesan di Instagram.
“Dengan kesedihan mendalam saya menyampaikan bahwa suami saya, Jimmy Cliff, telah berpulang karena kejang yang diikuti pneumonia,” tulis Latifa Chambers, dikutip Selasa, 25 November.
Pesan tersebut juga ditandatangani oleh anak-anak mereka, Lilty dan Aken. Chambers juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, teman, sesama artis, dan rekan kerja yang telah berbagi perjalanan hidup sang legenda.
“Kepada semua penggemarnya di seluruh dunia, ketahuilah bahwa dukungan Anda adalah kekuatannya sepanjang kariernya… Jimmy, sayangku, semoga kamu beristirahat dalam damai. Saya akan mengikuti keinginanmu,” tambahnya.
BACA JUGA:
Dengan lagu-lagu seperti “You Can Get It If You Really Want”, “I Can See Clearly Now”, dan “Wonderful World, Beautiful People”, musik Cliff yang ceria telah memberinya basis penggemar yang besar dan bertahan lama.
Namun, pengaruhnya jauh melampaui sekadar hit pop. Cliff adalah salah satu dari segelintir musisi—bersama Bob Marley dan lainnya—yang dianugerahi Jamaican Order of Merit.
Perdana Menteri Jamaika, Andrew Holness, menyebut Cliff sebagai “raksasa budaya sejati yang musiknya membawa hati bangsa kami ke dunia.”
“Jimmy Cliff menceritakan kisah kami dengan kejujuran dan jiwa. Musiknya mengangkat orang-orang melalui masa-masa sulit, menginspirasi generasi, dan membantu membentuk rasa hormat global yang dinikmati budaya Jamaika saat ini,” pungkas Holmes.