Bagikan:

JAKARTA - Yura Yunita kembali mengguncang jagat musik Tanah Air dengan memperkenalkan single terbarunya yang berjudul “Mau Jadi Apa?”—rilisan kedua tahun ini setelah “Tanda”.

Single yang ditujukan sebagai tonggak penting dalam menuju album Yura mendatang ini hadir sebagai representasi puitis dari kegelisahan universal yang kerap menghantui setiap insan—pertanyaan abadi "Mau Jadi Apa?" yang tak lekang oleh usia.

Dalam proses kreatifnya, Yura kembali menjalin kemitraan sinergis dengan suaminya, Donne Maula, untuk menghasilkan aransemen yang mengejutkan dan berbeda dari diskografi Yura sebelumnya.

Jika “Tanda” terdengar lebih syahdu, single terbaru ini justru menyelami nuansa keroncong yang kental. Eksplorasi ini seolah menjadi ajakan untuk berdansa sejenak, merayakan liku-liku perjalanan hidup alih-alih meratapinya.

Sementara, liriknya terasa sangat personal, menangkap momen kontemplasi di keheningan malam dan juga menjadi pertanyaan pertama di pagi hari.

Yura dengan lugas menyoroti keraguan dalam mengambil keputusan vital dan ketidakpastian dalam harapan. Namun, ia tak membiarkan pendengar terjebak dalam kecemasan.

“Lagu ini untuk setiap jiwa yang masih bertanya-tanya, untuk kita yang selalu dikejar oleh pertanyaan diri sendiri atau pertanyaan dari orang sekitar, ‘Mau Jadi Apa?’,” kata Yura dalam keterangannya, Kamis, 13 November.

“Lagu ini adalah bentuk puitis untuk keberanian yang tidak terburu-buru, dan percaya bahwa jawaban terbaik akan datang seiring kita membiarkan diri kita tumbuh dari hati,” sambungnya.

Yura dan Donne juga mengajak pendengar untuk merangkul ketidakpastian, mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati ditemukan saat kita membiarkan diri untuk tumbuh, mengikuti intuisi, dan mengalir tanpa harus terpaku pada ekspektasi dunia.

Donne menambahkan harapannya agar lagu ini menjadi 'soundtrack' bagi pendengar untuk menikmati proses dan merayakan ketidakpastian hidup.

“Harapannya lagu ini bisa jadi soundtrack teman-teman pendengar untuk bisa menikmati proses dan merayakan ketidakpastian hidup, yang bukan hanya mengejar kemenangan,” ujar Donne.

“Enggak harus buat peristiwa besar, kami bakal senang banget kalau lagi ini bisa jadi teman kamu misalnya saat nongkrong, ngumpul bareng teman, atau mungkin buat menemani pas lagi mendaki gunung dan menikmati alam,” tambahnya.

Eksplorasi Yura di single terbarunya semakin tampak lewat perilisan video musik, yang disutradarai oleh Bramsky.

Video musik “Mau Jadi Apa?” membawa penonton ke latar area persawahan yang diselingi elemen kejutan, termasuk sebuah replika dinosaurus yang mencuri perhatian.

Secara unik, Bramsky meromantisasi perjalanan manusia, dari mimpi masa kecil yang tak terbatas hingga realitas kedewasaan.

Sebagai wujud kecintaannya pada budaya Nusantara, Yura juga memasukkan unsur tradisi Indonesia. Tidak hanya penari barongan, ia tampil mengenakan kebaya, roncean rambut ala Bali, serta membawakan koreografi yang ia ciptakan sendiri, terinspirasi dari gerakan tari tradisional.

“Di video musik ini, aku ingin membawa pesan bahwa ini bukan tentang mempertanyakan apakah mimpi kita di saat kecil tercapai atau tidak, namun bagaimana mimpi kita saat itu, membentuk motivasi kita saat perjalanan menuju dewasa, dan menjadikan siapa diri kita di hari ini,” pungkas Yura.