JAKARTA - Yura Yunita kembali dipercaya tampil dalam Pagelaran Sabang Merauke (PSM), yang mana akan diselenggarakan di Indonesia Arena, Jakarta Pusat pada 23 dan 24 Agustus mendatang.
Untuk penampilannya nanti, Yura menyebut PSM tahun ini jadi pertunjukan paling menantang di sepanjang karier musiknya.
“Aku mau cerita di sini tapi nanti enggak jadi kejutan. Tapi yang pasti, ini akan jadi pertunjukan termenantang yang aku lakukan seumur hidup,” kata Yura dalam jumpa pers sebelum sesi latihan bersama di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat, Senin, 4 Agustus.
Serupa dengan penampilan di tahun sebelumnya, Yura akan bernyanyi dengan sebuah atraksi di ketinggian.
"Ada atraksi sih, yang aku ingin teman-teman harus lihat. Itu aku naik sesuatu makhluk yang sangat besar," tutur Yura.
"Nantikan aja ya. Makhluk itu tentang cerita rakyat, karena semua yang kami tampilkan di sana itu bagian dari cerita rakyat Indonesia," sambungnya.
Lebih lanjut mengenai persiapan penampilannya nanti, penyanyi-penulis lagu 34 tahun itu mengaku harus latihan fisik dan otot agar bisa tetap fit.
"Olahraga sudah pasti, squad, dan segala macam. Karena atraksinya butuh otot yang kencang, jadi banyak latihan fisik juga untuk PSM. Latihan tari dan improvisasi nada juga, jadi ekspresi vokal menyesuaikan lagu-lagu dari masing-masing daerah," ujarnya.
Ada sekitar lima lagu yang akan dibawakan Yura nantinya, yang meliputi lagu daerah dan lagu kolaborasi dengan Padi Reborn.
"Ada sekiranya lima lagu, ada lagu daerah, ada lagu kolaborasi dengan band favorit aku, ada atraksi juga. Ini lebih spektakuler dari yang sebelumnya,” pungkasnya.
BACA JUGA:
Sebagai informasi, Pagelaran Sabang Merauke - The Indonesian Broadway “Hikayat Nusantara” akan menampilkan 31 lagu dan puluhan tarian dari hampir seluruh penjuru Nusantara untuk mewakili kekayaan budaya daerah, seperti “Padang Wulan” dari Jawa Tengah, “Bungong Jeumpa” dari Aceh, “Butet” dan “Rambadia” dari Sumatera Utara, hingga “Injit-Injit Semut” dari Jambi dan “Pak Pung Pak Mustafa” dari Riau.
Penonton juga akan diajak menikmati keindahan “Gending Sriwijaya” dari Sumatera Selatan, “Pang Lipang Dang” dari Lampung, “Kambanglah Bungo” dari Sumatera Barat, serta medley modern Remix Pulau Andalas Bersatu yang menyatukan semangat Sumatera.
Dari Jawa Barat akan hadir “Manuk Dadali”, dari Jakarta “Keroncong Kemayoran”, dari Jawa Timur “Jangkrik Genggong” dan “Umbul Umbul Blambangan”, serta “Mahadewi” dari Yogyakarta. Sementara dari Kalimantan Tengah akan hadir komposisi instrumental khas Kalimantan.
Keanekaragaman ini dilengkapi dengan “Lulo” dari Sulawesi Tenggara, “Ayo Mama” dan “Hai Rame-Rame” dari Maluku, “Putri Cening Ayu” dan “Tembang Calon Arang” dari Bali, “Benggong” dari Nusa Tenggara Timur, serta “Sajojo” dari Papua. Selain itu, lagu nasional “Syukur”, lagu tematik “Nusantara”, dan lagu penutup “Inspirasi Diri” akan menjadi simbol kebersamaan dan semangat persatuan yang menjadi inti dari pagelaran ini.
Dari sisi musikal, Elwin Hendrijanto, komposer Indonesia yang juga dikenal melalui karyanya di industri perfilman Hollywood akan bertindak sebagai Music Director. Sementara itu, Maestro Avip Priatna sebagai konduktor orkestra dari Jakarta Concert Orchestra, didukung oleh paduan suara dari Batavia Madrigal Singers dan The Resonanz Children’s Choir.
Adapun, tiket untuk menonton Pagelaran Sabang Merauke - The Indonesian Broadway “Hikayat Nusantara” sudah tersedia dan dapat dibeli melalui tiket.com.