Bagikan:

JAKARTA - Pagelaran Sabang Merauke (PSM) - The Indonesian Broadway dengan tema “Hikayat Nusantara” tinggal menghitung hari. Pertunjukan spesial ini akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta Pusat pada 23 dan 24 Agustus mendatang.

Setelah latihan bersama penari yang dilakukan di Yogyakarta beberapa waktu lalu, kini giliran para pemusik yang menjalani latihan bersama. Ratusan orang—pemusik, paduan suara, dan penyanyi—menjalani latihan bersama di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat pada 3 dan 4 Agustus.

Latihan ini menjadi momen krusial, di mana seluruh kekuatan musikal bertemu, mulai dari Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children’s Choir, serta para penyanyi nasional dan musisi tradisional dari berbagai daerah.

Awak media berkesempatan hadir untuk melihat langsung latihan bersama yang dipimpin oleh Avip Priatna. Ratusan musisi menampilkan harmoni yang sulit ditemukan di tempat lain. Perpaduan orkestra yang berasal dari Barat, menyatu dengan bebunyian eksotis dari instrumen tradisional Indonesia.

“Ini kombinasi orkestra dan musik tradisional. Tapi di sini kita tidak untuk saling mengalahkan, tapi untuk saling mendukung,” kata Avip dalam jumpa pers sebelum latihan hari kedua dimulai.

Adapun, seluruh musik yang dimainkan mendasarkan diri pada cerita yang sudah ditentukan. Setiap lagu dipilih dengan cermat untuk menyelaraskan cerita-cerita rakyat, agar tidak hanya mewakili akar budaya daerah asalnya, tetapi juga mampu memperkuat jalannya narasi di atas panggung.

“Musik dirancang agar mampu memberi ruang ekspresi bagi para penari, menambah kedalaman emosi dalam setiap visual, dan menegaskan karakter setiap adegan yang tampil,” tutur Memed, Sutradara Pagelaran Sabang Merauke.

Lebih lanjut, Elwin Hendrijanto selaku music director mengatakan, perpaduan antara musik Barat dan tradisi Indonesia adalah unsur utama yang ingin ditonjolkan untuk menggambarkan kekayaan Indonesia.

“Kita tidak mau musik hanya jadi pengiring, tapi jadi penggerak untuk ceritanya,” ujar Elwin.

Nama besar dari industri musik nasional yang turut hadir dalam latihan bersama ini adalah Padi Reborn dan Yura. Keduanya menyambut antusias untuk memberikan penampilan yang berbeda dari panggung mereka biasanya.

Vokalis Padi Reborn, Fadly, mengaku takjub dengan apa yang ditampilkan PSM. Ia menyebut gelaran ini berhasil menyatukan elemen musik tradisional dan klasik Barat dengan gaya musik Padi Reborn.

“Di sini kita menggabungkan tiga unsur musik, ada tradisional, klasik, dan modern. Ini merupakan sejarah dalam karier musik kami,” kata Fadly.

Sementara, Yura Yunita yang kembali tampil untuk PSM mengatakan, gelaran ini bukan pertunjukan biasa, melainkan sesuatu yang perlu dirayakan.

“Kita enggak sabar untuk bersatu padu dan menampilkan semuanya. Bangganya luar biasa. Di sini kita bukan hanya menyanyi, bukan hanya perjalanan budaya, Pagelaran Sabang Merauke ini merupakan sejarah penting,” kata Yura.

Sebagai informasi, Pagelaran Sabang Merauke (PSM) - The Indonesian Broadway “Hikayat Nusantara” akan menampilkan 31 lagu dan puluhan tarian dari hampir seluruh penjuru Nusantara untuk mewakili kekayaan budaya daerah, seperti “Padang Wulan” dari Jawa Tengah, “Bungong Jeumpa” dari Aceh, “Butet” dan “Rambadia” dari Sumatera Utara, hingga “Injit-Injit Semut” dari Jambi dan “Pak Pung Pak Mustafa” dari Riau.

Penonton juga akan diajak menikmati keindahan “Gending Sriwijaya” dari Sumatera Selatan, “Pang Lipang Dang” dari Lampung, “Kambanglah Bungo” dari Sumatera Barat, serta medley modern Remix Pulau Andalas Bersatu yang menyatukan semangat Sumatera.

Dari Jawa Barat akan hadir “Manuk Dadali”, dari Jakarta “Keroncong Kemayoran”, dari Jawa Timur “Jangkrik Genggong” dan “Umbul Umbul Blambangan”, serta “Mahadewi” dari Yogyakarta. Sementara dari Kalimantan Tengah akan hadir komposisi instrumental khas Kalimantan.

Keanekaragaman ini dilengkapi dengan “Lulo” dari Sulawesi Tenggara, “Ayo Mama” dan “Hai Rame-Rame” dari Maluku, “Putri Cening Ayu” dan “Tembang Calon Arang” dari Bali, “Benggong” dari Nusa Tenggara Timur, serta “Sajojo” dari Papua. Selain itu, lagu nasional “Syukur”, lagu tematik “Nusantara”, dan lagu penutup “Inspirasi Diri” akan menjadi simbol kebersamaan dan semangat persatuan yang menjadi inti dari pagelaran ini.

Dari sisi musikal, Elwin Hendrijanto, komposer Indonesia yang juga dikenal melalui karyanya di industri perfilman Hollywood akan bertindak sebagai Music Director. Sementara itu, Maestro Avip Priatna sebagai konduktor orkestra dari Jakarta Concert Orchestra, didukung oleh paduan suara dari Batavia Madrigal Singers dan The Resonanz Children’s Choir.

Adapun, tiket untuk menonton Pagelaran Sabang Merauke (PSM) - The Indonesian Broadway “Hikayat Nusantara” sudah tersedia dan dapat dibeli melalui tiket.com.