Bagikan:

JAKARTA - Kolaborasi antara Institut Français Indonésie (IFI) Jakarta dan Jazz Gunung Indonesia menghadirkan “Supersonik #67: Turun Gunung Vol. 3”, gelaran musik jazz yang menawarkan pengalaman musik lebih dekat dan intim bagi para penikmatnya.

Gelaran ini akan dilangsungkan di IFI Thamrin, Jakarta Pusat pada Sabtu, 8 November mulai pukul 16.00 WIB.

"Turun Gunung" sendiri sudah digagas oleh Jazz Gunung Indonesia sejak Juni 2025. Konsepnya lugas, yakni memindahkan semangat dan nuansa khas festival jazz pegunungan ke ruang metropolitan. Tujuannya agar publik urban bisa merasakan keindahan musik jazz tanpa harus meninggalkan kesehariannya.

Gelaran ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah ruang interaksi di mana musisi dan pendengarnya bertemu. Setiap alunan melodi dan improvisasi di panggung menjadi wujud kebebasan berekspresi, sekaligus jembatan yang menghubungkan musik dengan penikmatnya.

Edisi ketiga kali ini akan menampilkan empat penampil dari Silver 7 Records, label yang berada di bawah naungan ekosistem Jazz Gunung. Mereka adalah Simone Prattico Java Collective ft. Sri Hanuraga & Kevin Yosua, Kevin Yosua Big 6, Aditya Ong Trio, dan Emptyyy.

Untuk menyaksikan pertunjukan ini, tiket sudah dapat dimiliki melalui seketiket.com dengan harga Rp150.000.

Berikut profil para penampil dari “Supersonik #67: Turun Gunung Vol. 3”:

1. Simone Prattico Java Collective ft. Sri Hanuraga & Kevin Yosua

Drummer dan komposer asal Italia, Simone Prattico, akan berkolaborasi dengan pianis jazz Indonesia Sri Hanuraga dan bassist Kevin Yosua. Pertemuan tiga musisi lintas negara ini menjanjikan perpaduan groove Italia dengan corak jazz Indonesia yang segar, sebuah eksplorasi musik lintas budaya yang kental dengan energi dan improvisasi khas.

2. Kevin Yosua Big 6

Grup jazz Indonesia ini digawangi oleh Kevin Yosua (kontrabas), Hansen Arief (drum), Rio Manuel (piano), Mariko Kondo (trompet), Evan Sinaga (trombon), dan Hairul Umam (saksofon tenor). Mengambil inspirasi dari format Art Blakey and The Giants of Jazz, mereka khas dengan komposisi enam personelnya.

3. Aditya Ong Trio

Trio ini dibentuk pada 2013 oleh pianis jazz Indonesia Aditya Ong. Mereka dikenal dengan ide ritme yang unik, harmoni yang luas, serta perpaduan gaya jazz, progressive rock, musik klasik, hingga sentuhan musik tradisi Jawa, yang mencerminkan asal-usul mereka dari Surakarta.

4. Emptyyy

Trio jazz-rock ini terdiri dari Karel William (drum), Mikail Alrabbdia (gitar), dan Rega Dauna (harmonika). Mereka menciptakan identitas suara yang segar, emosional, dan berani dengan memadukan progresivitas jazz, energi rock, dan nuansa atmosferik.

Melalui kolaborasi strategis ini, IFI Jakarta dan Jazz Gunung Indonesia memiliki harapan besar: memperluas jangkauan apresiasi terhadap musik jazz di kalangan masyarakat luas. Lebih jauh, upaya ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem musisi jazz Indonesia agar semakin dekat dan akrab dengan penikmatnya.