Bagikan:

JAKARTA - Misteri di balik absennya Phil Rudd (drum) dari tur dunia AC/DC pasca perilisan album Power Up (2020) akhirnya sedikit terkuak.

Dalam wawancara terbaru dengan media Selandia Baru, Stuff, musisi kawakan yang telah lama menjadi bagian integral dari AC/DC itu angkat bicara mengenai fakta bahwa meskipun dia yang merekam trek drum di album tersebut, namun sosoknya tak terlihat dalam konser.

Rudd mengaku, ada rasa kesepian mendalam yang ia rasakan setelah perilisan album studio ke-17 band asal Australia tersebut.

"Ada masa ketika saya berpikir itu adalah akhir dari dunia saya," kata Rudd, dikutip Blabbermouth, Senin, 20 Oktober.

"Saya hanya mengenal hidup bersama AC/DC. Orang-orang yang saya pikir menyayangi saya seperti saudara, bahkan tidak pernah mengangkat telepon,” sambungnya.

Secara personal, Rudd juga menyinggung mendiang Bon Scott (vokal), yang meninggal dunia pada 1980 karena keracunan alkohol.

"Namun bagi saya, AC/DC selalu Bon," ujar Rudd. "Album favorit saya adalah 'Highway To Hell'. Lagu favorit saya—lagunya 'Touch Too Much'."

Ia menambahkan, "Ketika Bon meninggal, bahkan di dalam AC/DC, saya merasa sendirian. Tetapi saya tidak pernah sendirian. Orang-orang yang menyukai musik, itu selalu merendahkan hati saya, tetapi juga membuat saya bahagia."

Drumer 71 tahun itu juga bicara kemungkinan reuni dengan personel lain di masa depan. "Orang-orang selalu bertanya kepada saya apakah saya akan bermain dengan AC/DC lagi," kata Rudd.

"Satu-satunya orang yang akan saya lakukan itu adalah untuk para penggemar. Dan untuk Bon. Saya akan melakukannya demi Bon,” pungkasnya.