Bagikan:

JAKARTA - Reuni Dream Theater dengan kembalinya Mike Portnoy memiliki "katalis" penting, yaitu pertemuan tatap muka antara vokalis James LaBrie dan sang drumer di New York.

LaBrie mengungkap bahwa momen tersebut menjadi salah satu "domino terakhir" yang harus dihadapi sebelum reuni impian tersebut akhirnya terwujud.

Adapun, pertemuan bersejarah itu terjadi pada Maret 2022 di Beacon Theatre, New York City, saat Dream Theater sedang mengadakan pertunjukan.

"Ya, itu adalah semacam katalis yang benar-benar membuka pintu lebar-lebar dengan kemungkinan bahwa kita semua bisa mulai mempertimbangkan dengan serius," kata LaBrie, dikutip Blabbermouth, Senin, 29 Oktober.

Menurutnya, setelah pertemuan itu, para personel Dream Theater mulai memikirkan apakah reuni adalah sesuatu yang harus mereka pertimbangkan secara serius.

LaBrie juga menjelaskan, reuni ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada beberapa hal yang mendahului, seperti kolaborasi Portnoy dengan gitaris John Petrucci pada album solo Petrucci, tur solo Petrucci, dan juga proyek Liquid Tension Experiment bersama Petrucci dan Jordan Rudess.

"Jadi, semua hal ini secara perlahan tapi pasti memastikan bahwa dia berjalan melalui pintu untuk kembali ke dalam band," tambah LaBrie.

Saat Portnoy akhirnya kembali, suasananya terasa sangat alami. LaBrie bercerita bahwa tidak ada keraguan atau pertanyaan tentang apakah ini akan berhasil. Ia bahkan bercanda bahwa rasanya seperti Portnoy "keluar untuk minum kopi dan dia kembali dan kami mulai menulis."

Proses penulisan album terbaru Dream Theater, “Parasomnia”, juga berjalan sangat mulus dan tanpa hambatan.

"Sangat mulus, mulus sekali," kata LaBrie. "Karena begitu Anda benar-benar masuk ke lingkungan itu dan Anda mulai menulis album, Anda mulai mengingat chemistry yang hampir nyata."

Sang vokalis menambahkan, dalam satu atau dua hari pertama penulisan, mereka sudah saling bercanda, tertawa, dan mengingat pendekatan analitis mereka terhadap lagu-lagu.

Sensasi kembali bekerja dengan Portnoy juga dirasakan di panggung. LaBrie menyebut selama lima atau enam pertunjukan pertama tur peringatan 40 tahun, rasanya seperti tidak nyata—melihat Portnoy berada di belakang drum.

“Saya akan menoleh dan kami berdua saling memandang, tersenyum atau membuat ekspresi satu sama lain," pungkas LaBrie.