JAKARTA - Dua Lipa mengklarifikasi dann meluruskan laporan yang menyebut dirinya telah memecat salah satu agennya, David Levy, karena pandangan pro-Israel.
Seperti diketahui, kabar ini merebak setelah Levy diduga mencoba menghalangi penampilan band asal Irlandia, Kneecap, di festival Glastonbury.
Laporan awal yang diterbitkan oleh Daily Mail Online mengklaim bahwa Lipa mengakhiri kerja samanya dengan Levy setelah agen tersebut menandatangani surat yang mendesak Emily Eavis, penyelenggara Glastonbury, untuk membatalkan penampilan Kneecap karena sikap pro-Palestina mereka.
Namun, dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Lipa dan agensi, WME, kabar tersebut disebut salah secara kategoris. WME mengonfirmasi bahwa Levy sudah tidak bekerja dengan sang bintang sejak 2019.
Dalam unggahan di Instagram Story miliknya, penyanyi 30 tahun itu mengkritik tindakan Levy yang berusaha membungkam Kneecap, namun sekaligus mengecam pemberitaan Daily Mail yang dinilainya provokatif. Ia menyebut artikel itu dibuat untuk memicu perpecahan di dunia maya.
BACA JUGA:
"Saya tidak membenarkan tindakan David Levy atau eksekutif musik lainnya terhadap seorang seniman yang menyuarakan kebenaran mereka," tulis Dua Lipa, mengutip keterangan unggahan, Kamis, 25 September.
"Saya juga tidak bisa mengabaikan bagaimana hal ini ditangani oleh pers. Tidak hanya ceritanya sepenuhnya salah, tetapi bahasa yang digunakan oleh Daily Mail sengaja provokatif, dibuat murni untuk 'clickbait', dan jelas dirancang untuk memicu perpecahan online," tegasnya.
Lebih lanjut, pelantun “Don’t Start Now” itu menambahkan pesan singkat untuk kebebasan Palestina.
“Selalu Bebaskan Palestina, tetapi mengeksploitasi tragedi global untuk menjual surat kabar adalah sesuatu yang saya rasa sangat meresahkan,” imbuhnya.
WME juga mengeluarkan pernyataan terpisah kepada BBC, yang menegaskan laporan yang mengklaim bahwa Dua Lipa atau manajemennya memecat salah satu agen karena pandangan politiknya adalah salah secara kategoris.